Pengelola Bandara Tarakan memprediksi puncak arus mudik akan terjadi sejak kemarin hingga 20 Desember nanti, sedangkan arus balik 3-4 Januari 2022. Untuk jumlah penumpang diperkirakan terjadi lonjakan sebesar 15 persen.
“Berdasarkan Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Udara kita harus buka posko dalam rangka Natal dan Tahun Baru. Beberapa kegiatan yang dilakukan adalah pengawasan dan pengendalian dari aspek sarana dan prasarana. Kemudian personelnya, keselamatan dan keamanan penumpang, pengawasan tarif sesuai ketentuan apa tidak, serta penerapan protokol kesehatan pada transportasi udara,” terang Kepala Bandara Juwata, Agus Priyanto dilansir dari laman Korankaltara.com.
“Sejak 11 Desember sudah mulai terlihat kenaikan jumlah penumpang, di mana yang datang 637 orang, sedangkan yang berangkat 580 orang. Pada 12 Desember, penumpang yang datang sebanyak 665 dan yang berangkat 619, dan pada 13 Desember terdapat 666 penumpang yang datang dan 1.303 penumpang yang berangkat,” sebut Agus.
Jika melihat grafik harian di Bandara Juwata Tarakan, jumlah penumpang sudah mulai menggeliat dan cenderung naik. Kebanyakan penumpang akan merayakan Natal dan Tahun Baru di daerah tujuan. Namun tidak ada penambahan jadwal penerbangan dan hanya ada 17 penerbangan setiap harinya.
“Di antaranya Lion Air dengan 2 rute yaitu Surabaya dan Makasar, Batik Air 3 kali dalam seminggu yaitu Senin, Kamis dan Sabtu dengan tujuan Halim Perdana Kusuma dan akan kembali diaktifkan lagi terbang setiap hari. Selain, ada juga Wings Air yang melakukan 4 kali penerbangan Tarakan-Balikpapan, dan 1 pesawat perintis yaitu Susi Air,” papar Agus.
Adapun posko Natal dan Tahun Baru bertujuan untuk mengantisipasi Covid-19. Pihaknya telah menyiapkan pemeriksaan swab antigen setiap hari di terminal keberangkatan, melakukan vaksinasi kepada calon penumpang yang belum menerima sama sekali. Kegiatan ini bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan.
“Mudah-mudahan ini menjadi bentuk pelayanan kepada masyarakat. Sekarang formulanya bukan disekat orang untuk pergi, tetapi dijaga kesehatannya. Jadi, kalau tahun lalu orang tidak boleh pergi, sekarang dibolehkan supaya roda ekonomi tetap menggeliat,” harap Agus.
Editor: Aspian Nur