“Ada tiga desa yang menjadi daerah sentinel, yaitu Desa Sepala Dalung, Desa Sesayap Induk dan Desa Sedulun. Jumlah kasusnya ada 16 orang waktu itu,” ujar Hanna.
Pemeriksaan juga difokuskan pada daerah spot atau yang berdekatan langsung dengan daerah sentinel.
“Daerah yang bertetangga dengan yang memiliki kasus juga akan diperiksa. Karena kan ini penyakit dibawa oleh nyamuk, jadi daerah tetangga juga diperiksa,” kata Hanna lagi.
Ketika masih ditemukan ada warga yang memiliki penyakit kaki gajah, maka program minum obat akan kembali diterapkan untuk seluruh masyarakat Tana Tidung.
“Nanti diulang lagi selama dua tahun berturut-turut. Mulai usia 5 sampai 60 tahun, kecuali yang hipertensi dan ibu hamil,” jelasnya.
Saat ini Tana Tidung menjadi salah satu daerah di Kaltara yang warganya masih memiliki penyakit kaki gajah. Selain itu dua daerah lainnya adalah Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Malinau.
Hanna berharap hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada warga yang masih terkena penyakit kaki gajah. Sehingga target Tana Tidung bebas kaki gajah tahun depan bisa tercapai.
Hasil pemeriksaan masih menunggu laporan dari Satker Kementerian Kesehatan. Karena mereka yang melakukan pendampingan evaluasi ini.
“Mudah mudahan tidak ada yang positif lagi. Karena tahun depan rencananya diajukan eliminasi filariasis dan frambusia. Kalau ada satu saja yang positif, maka otomatis kita gugur,” tutup Hanna.
Sumber: Korankaltara.com
Editor: Aspian Nur