“Waktu kedatangan Presiden memang belum bisa dipastikan tapi yang pasti Kaltara siap menerima kapan saja. Yang jelas kunjungan Presiden sangat penting dan bermanfaat untuk Kaltara,” kata Yansen. Sejumlah megaproyek akan dikerjakan di provinsi termuda ini. Selain KIPI, juga ada pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan di Bulungan dan PLTA Mentarang di Malinau.
Karena itu kedatangan Jokowi sangat berpengaruh terhadap progres proyek-proyek tersebut. “Presiden datang, berarti proyek-proyek pembangunan bisa bergerak terutama KIPI dan pembangunan PLTA,” tegas Yansen.
KIPI yang merupakan proyek strategis nasional (PSN) nantinya juga akan menjadi kawasan terintegrasi secara nasional dan internasional.
Sementara untuk PLTA dapat mendukung wilayah industri dari sisi suplai listrik, termasuk untuk kebutuhan masyarakat dengan skala besar alias hydro power. Proses pembangunan megaproyek ini, melibatkan banyak pihak, termasuk pemerintah pusat dan pemodal dari dalam hingga luar negeri. Itu artinya kehadiran Presiden dapat mempercepat kegiatan sekaligus memastikan realisasinya.
“Yang jelas, percepatan-percepatan pembangunan di perbatasan, terutama juga percepatan KIPI itu. Itu strategis, kalau itu (KIPI) terbangun, maka terjadi sebuah peluang besar pembangunan di Kaltara ini. Peluang besar akan terjadi,” papar Yansen.
Gubernur Zainal Arifin Paliwang awal September lalu sudah memberikan penjelasan, setelah ground breaking oleh Presiden, pembangunan di KIPI langsung implementasi. Dengan demikian, kawasan industri tersebut dapat dimanfaatkan sebagai salah satu upaya membangun perekonomian yang lebih produktif.
“Saat ini progres untuk lahan, itu dari beberapa perusahaan yang memegang (izin) di situ. Yang sudah siap sekarang, itu dari lima perusahaan. Dari beberapa perusahaan itu, nanti mengelola masing-masing,” kata Zainal saat itu.
Sumber: Korankaltara.com
Editor: Aspian Nur