Sementara Nuraini mengatakan hal senada. Cuaca yang lebih panas cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Termasuk dikhawatirkan menurunkan daya tahan tubuh. “Panas banget, gerah kita. Padahal banyak kerjaan kita di luar, apalah kita ini orang lapangan juga kan. Sekalinya dari panas ke ruangan ber-AC, tidak nyaman juga jadinya,” ujar Nuraini.
Kepala Kantor Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjung Harapan, Abdul Haris mengatakan, suhu udara dalam beberapa hari terakhir masuk kategori tertinggi. Tidak hanya di Tanjung Selor, cuaca lebih panas juga hampir merata di Kalimantan Utara. “Suhu udara saat ini berkisar 34,7 derajat celcius, mendekati 35. Ini ada di batas tertingginya,” kata Abdul Haris.
Kendati demikian, suhu panas masih dalam kondisi normal atau tidak terjadi kondisi di luar batas kewajaran. “Meski di batas tertinggi, tapi belum kategori ekstrem. Menurut catatan masih normal,” imbuhnya. Tingginya suhu udara disebabkan awan tidak terbentuk cukup banyak di langit.
Sehingga radiasi matahari lebih banyak jatuh ke permukaan. “Tanjung Selor dan Kaltara umumnya, secara geografis juga sangat dekat dengan khatulistiwa,” sebut Haris. Selain itu, tingginya suhu udara turut dipengaruhi minimnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Mayoritas wilayah di Kaltara dalam kondisi cerah di siang hari. Sedangkan di malam hari juga didominasi hujan kategori ringan.
“Hujan yang agak jarang ini pengaruh juga. Kondisi menjadi lebih panas,” ungkap Haris. Kondisi seperti ini bukan yang pertama kali terjadi. BMKG mencatat ada kejadian serupa di tahun-tahun sebelumnya. “Sebelumnya juga seperti ini, tapi ada periodenya,” kata Abdul Haris. Cuaca panas yang dirasakan masyarakat Tanjung Selor, juga diprediksi karena lingkungan perkotaan yang semakin berkembang.
Dimana terjadi lebih banyak pembangunan saat ini. “Kalau masyarakat merasakan lebih panas, bisa jadi karena itu. Jadi rasanya lebih gerah, mungkin seperti itu,” imbuhnya. Kantor BMKG Tanjung Harapan juga telah menemukan titik api (hotspot) pada sejumlah lokasi. Namun kuantitasnya masih rendah.
“Saat ini, kami juga sedang zoom, koordinasi dengan gubernur, BPBD dan BMKG pusat soal itu. Tapi memang belum banyak, masih satu-dua titik api. Namun tetap waspada dengan panas yang dimungkinkan masih agak tinggi,” tutup Haris.
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di korankaltara.com hari Jumat 30 Juli 2021 dengan judul Suhu Panas di Tanjung Selor Masih Normal