“Dari PKT Bontang, Insya Allah 200 tabung dari sana. Kapal akan membawa tabung oksigen 400-600 tabung untuk dibawa kesana. Mudah-mudahan kedatangan oksigen ini dapat menutup kekurangan selama ini,” ujar Khairul. Pabrik oksigen yang ada di Tarakan sebenarnya mampu mencukupi kebutuhan di saat kondisi normal.
Namun karena saat ini terjadi lonjakan penggunaan, membuat produksi tidak bisa mengimbangi. “Mudah-mudahan kondisi kembali normal, supaya oksigen yang diproduksi juga mampu mencukupi kebutuhan. Untuk oksigen bantuan sebanyak 200 tabung ini, nantinya akan disebar di beberapa rumah sakit. Pendistribusiannya sudah dibagi kemarin, sebutnya
RSUD milik Pemprov Kaltara akan mendapatkan paling jatah terbanyak. Untuk RSU Kota dan Pertamedika juga akan menerima pasokan tabung oksigen. “Kita berikan secara proporsional sesuai dengan jumlah tempat tidur dan pasien yang dirawat,” bebernya.
Selain dari PKT Bontang, bantuan oksigen juga datang dari Balikpapan. Meskipun demikian, dirinya mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dengan semua pihak untuk mendapatkan oksigen hingga kebutuhan kembali normal.
“Kami juga akan beli. Misalnya Berau kalau pabriknya di sana bisa melayani. Kalau kita ambil dari Berau, jaraknya lebih dekat. Mudah-mudahan ada untuk menambah kekurangan yang ada,” sebut Khairul.
Melihat kondisi seperti ini, Khairul menegaskan, jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan situasi dan kondisi untuk mencari keuntungan berlebih. Oleh karena itu, jika ada pabrik oksigen yang masih bisa melayani, diharapkan tidak menaikan harga secara tak wajar.
“Kami harapkan, jangan sampai mencari kesempatan dalam situasi pandemi ini. Kalau harganya saya tidak hafal. Kami hanya mengupayakan bagaimana bisa mendapatkan oksigen tabung. Dan Alhamdulillah sudah ada,” kata Khairul.
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di korankaltara.com hari Jumat 30 Juli 2021 dengan judul Tarakan Dapat Bantuan Oksigen dari Kaltim