Selain penambahan 42 kasus baru, ada penambahan satu kasus meninggal dunia yaitu warga Sei Pancang Sebatik Utara. Pasien ini terkonfirmasi sejak 6 Juli dan dirawat di Ruang ICU RSUD Nunukan.
“Pasien ini meninggal dengan penyebab gagal nafas atau sesak. Pasien ada komorbid penyakin jantung dan hipertensi. Dimakamkan secara protokol kesehatan di Pemakaman Terpadu Nunukan Selatan,” ungkapnya.
Dengan penambahan satu kasus meninggal tersebut kasus meninggal dunia di Nunukan sudah mencapai 31 kasus.
“Total kasus (akumulatif) 1.859 dan kasus sembuh 1.482. Sedangkan kasus meninggal jadi 31 kasus,” jelas Aris.
Sedangkan pasien sembuh, kata dia, ada penambahan tujuh orang yang sudah selesai menjalani isolasi mandiri. “Du orang warga Sebatik dan lima orang warga Nunukan,” imbuh Aris lagi.
Dari 42 kasus baru itu tiga kasus merupakan penularan impor dan sisanya penularan lokal. “Semua kasus berada di Pulau Sebatik, Tulin Onsoi, dan Nunukan. Kasus yang paling banyak ditemukan di Pulau Sebatik,” papar Aris.
Kasus konfirmasi yang masih terpantau berjumlah 346 kasus. Namun hanya 18 pasien konfirmasi menjalani isolasi di RSUD Nunukan, sisanya isolasi mandiri.
“Masih ada 225 kontak erat yang kita pantau dan juga ada 3 kasus suspek masih proses pemantauan,” jelasnya.
Kasus Covid-19 di Nunukan dipastikan akan terus bertambah karena sampai saat ini, peningkatan tracing masih terus dilakukan TGC Puskemas di masing-masing wilayah.
“Kami minta masyarakat selalu mematuhi dan menaati protokol kesehatan. Penularan Covid sampai saat ini masih terjadi,” tutup Arif.
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di korankaltara.com hari Sabtu 10 Juli 2021 dengan judul Penularan Covid di Nunukan Masuk Lingkungan Lapas