Tidak ada satu strategi yang sangat jitu, sangat sempurna dalam penanganan Covid-19, yang berlaku secara template (format baku) di semua daerah,” terang Wali Kota Tarakan, Khairul. Penerapan strategi tergantung dari kondisi daerah masing-masing sehingga hal itu dikembalikan ke daerah masing-masing bagaimana penerapan kebijakan.
Hanya saja ada kemungkinan untuk melakukan modifikasi kebijakan dari satu daerah untuk diterapkan ke daerah lain sehingga kembali ke daerah masing-masing bagaimana penerapan kebijakan tersebut. “Karena daerah kepulauan dan daratan akan sangat berbeda penerapannya, beda geografisnya, beda budayanya, beda tingkat pendidikannya, yang sangat menentukan tingkat keberhasilan dari implementasi semua kebijakan ini,” jelas Khairul.
Karena itu dalam pelaksanaan Raker Komwil V Apeksi Regional Kalimantan ada berbagai poin rekomendasi yang akan diusulkan ke pemerintah pusat. Selain dari anggota Apeksi, poin rekomendasi juga ada tambahan dari beberapa narasumber yang dihadirkan. “Ada tambahan dari hasil diskusi dengan narasumber, untuk dimasukan sebagai salah satu rekomendasi ke pemerintah pusat. Itu lah gunanya Raker yang sebenarnya.
Ada beberapa lah yang bisa jadi poin rekomendasi. Bisa lebih dari 10 poin, karena ada tambahan. Nanti secara berjenjang, poin rekomendasi ini akan diusulkan ke Rapat Kerja Nasional Apeksi, untuk kemudian diusulkan ke presiden yang tentunya akan dikompilasi dengan usulan-usulan lain,” paparnya.
Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang secara terpisah mengatakan momen Raker Apeksi ini diharapkan mampu memunculkan ide kreatif dan inovatif untuk percepatan pemulihan ekonomi selama pandemi Covid-19. “Sehingga angka kemiskinan yang meningkat akibat pandemi Covid-19 bisa kembali turun. Dalam rapat ini tentu akan ada sharing antara wali kota se-Kalimantan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi,” kata Zainal.
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di korankaltara.com hari Jumat 25 Juni 2021 dengan judul Belum Ada Strategi Jitu Penanganan Covid-19