Penemuan Jahra membuat operasi pencarian Tim SAR dihentikan. Seluruh tim gabungan dibubarkan dan dikembalikan ke masing-masing satunnya. Dalam proses pencarian ini Tim SAR menurunkan satu unit D-Max, Rib 01 Tarakan, peralatan medis 1 set, peralatan komunikasi, Sea Rider Polair Polda Kaltara, speedboat masyarakat dan perahu masyarakat
Sebelumnya, ada lima jenazah yang sudah temukan tak bernyawa dalam musibah ini yaitu La Doala bin Lakondi berusia 70 tahun, Kamba, srta tiga anak-anak yaitu Anisa (5), Noviah (7) dan Alisah (5).
Seperti diketahui, Speedboat dengan nama lambung Riyan bermesin 200 PK dua unit diduga menabrak papan hanyut di sekitaran sungai sehingga menyebabkan speedboat terbalik Senin (7/6/2021) kemarin pukul 13.30 WITA.
Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar melalui Kapolsek Sembakung Iptu Klarus Silalahi mengatakan, dari interogasi awal terhadap motoris bernama Pujianto, speedboat membawa 30 penumpang terdiri dari 23 penumpang dewasa.
“Pengakuan atau versi motoris speedboat itu menabrak papan. Motoris sudah dibawa ke Polres Nunukan untuk pemeriksaa lebih lanjut,” kata Klarus. Dalam insiden itu ada satu personel Polri yang bertugas di Polsek Lumbis ikut menumpang.
“Anggota polisi itu selamat tapi, orangtuanya yang laki-laki yang dibawa dari kampung meninggal. Mereka datang ke Sembakung untuk menghadiri pernikahan anggota ini karena calon pengantinnya dari Sembakung. Tapi, acara penikahannya tetap berlangsung dan kami menyempatkan datang,” imbuhnya.
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di korankaltara.com hari Selasa 8 Mei 2021 dengan judul Jasad Jahra, Korban Terakhir Speeboat Riyan, Ditemukan di Muara Sungai