“Ada 43 orang (kasus baru). Rata-rata dari transmisi lokal. Ada dari perjalanan dinas, pelaku perjalanan dari Pulau Jawa dan kontak erat dengan kasus sebelumnya,” ujar Kepala Dinkes PPKB Malinau dr John Felix Rundupadang.
Dinkes sudah melakukan follow up terhadap 14 pelaku perjalanan dari Pulau Jawa untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. “Kami sudah melakukan tracing dan dipastikan tidak memberikan pengaruh ke masyarakat lainnya,” kata John.
Dinkes Malinau sudah mengingatkan setiap Puskesmas agar lebih efektif melakukan pengawasan, terutama saat melakukan swab antigen. “Kami tindaklanjuti dengan melakukan swab antigen kepada orang-orang terdekat dari para pelaku perjalanan ini,” paparnya.
Mobilitas keluar masuk orang tidak dapat terhindarkan namun pihaknya sering berpesan kepada masyarakat yang ingin melakukan perjalanan agar tetap menaati protokol kesehatan.
“Harus betul-betul menjaga dirinya. Mungkin tiba di Malinau dengan rapid antigen bisa sehat-sehat saja tapi belum tentu apakah akan membawa virus itu karena rata-rata tanpa gejala yang biasa dibawa ke Malinau,” ungkap John.
Setiap orang yang masuk ke Malinau diwajibkan melaporkan kembali ke petugas kesehatan sehingga dapat dilakukan pemeriksaan. “Sekarang ini cenderung persepsinya ketika sudah mengantongi rapid antigen sudah aman,” jelasnya.
Dari 43 orang terkonfirmasi Covid-19 ini, dua orang dirawat di RSUD Malinau. Sedangkan, 41 orang melakukan perawatan mandiri di rumah. “Kami sudah kirim obat-obatannya sekaligus melakukan tracing,” tutup John
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di korankaltara.com hari Selasa 25 Mei 2021 dengan judul Zero Covid-19 di Malinau Hanya Sepekan