“Kami melaksanakan upacara mecaru atau tawur agung dimana manfaat upacara ini, kita mensucikan buana agung dan buana alit,” kata Suaba. Buana agung yakni mensucikan alam semesta yang sebelumnya diganggu oleh mahkluk lain dan mengembalikan mahluk itu ke alamnya agar tidak menganggu kehidupan manusia.
Kemudian, buana alit sendiri adalah mensucikan diri sendiri dimana umat Hindu melaksanakan catur brata penyepian tepat pada tahun baru Saka. “Catur brata itu pertama, amati geni; umat hindu tidak menyalakan api, amati karya; tidak melakuakan aktivitas pekerjaan, amati lelungan; tidak melakukan perjalanan, dan amati lelaungan; tidak melakukan aktivitas hiburan atau senang-senang,” tuturnya.
Umat Hindu di Tarakan saat ini berjumlah sekitar 30-40 kepala keluarga (KK) atau sekitar 150 jiwa. Namun beberapa ada yang cuti berangkat ke Bali dan Jawa, maka sembahyang Nyepi hanya diikuti sekitar 50 orang.
Mengingat masih dalam kondisi pandemi dan sesuai dengan tema perayaan hari raya Nyepi meningkatkan iman dalam kondisi pandemi, umat Hindu Kota Tarakan juga mendoakan agar pandemi Covid-19 yang melanda dunia, Indonesia dan khususnya Tarakan segera berakhir.
Sementara di Nunukan, umat Hindu di Nunukan melaksanakan ibadah di rumah Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Nunukan, di Jalan Sei Fatimah Kelurahan Nunukan Barat. Tahun ini, umat Hindu di Nunukan merayakannya dengan melaksanakan ibadah secara mandiri di rumah masing – masing.
Ketua PHDI Kabupaten Nunukan, I Made Wirama mengatakan, untuk ibadahnya sore kemarin, yaitu melaksanakan Tawur Agung Kesanga. Karena situasi Covid-19 saat ini belum mereda, untuk itu ibadah dilaksanakan di kediaman masing-masing.
“Sekarang ini, semua ibadah bersifat pribadi, Tawur Agung Kesanga sendiri, Nyepi juga sendiri. Walaupun dengan begitu, tidak mengurangi makna perayaan Hari Raya Nyepi,” ujar I Made Wirama, Minggu (14/3/2021) siang tadi. Umat Hindu di Nunukan berjumlah 108 orang. Berasal dari Bali, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Tengah.
Tersebar di pulau Nunukan, Sebatik, Sebuku dan Krayan. “Paling banyak berada di pulau Nunukan dan rekan-rekan saya, khususnya dari Bali, mereka bekerja di instansi vertikal, seperti di Polres Nunukan, Kodim 0911 Nunukan, Imigrasi dan Bea Cukai, termasuk juga guru,” kata I Made Wirama.
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di korankaltara.com hari Minggu 14 Maret 2021 dengan judul Umat Hindu Nunukan Merayakan Hari Raya Nyepi Secara Mandiri