DPKP sudah berkoordinasi dengan Karantina dan sudah mendapat data doc. “Kami sudah ada datanya dari karantina, sekian bibit yang masuk. Sekarang kami upayakan doc yang masuk ini tidak terjadi over produksi sehingga peternak tidak menjual dengan harga murah,” sebutnya.
Jumlah 113.500 doc ini merupakan langkah antisipasi menghadapi Hari Raya Idul Fitri. Meskipun, masih dalam pandemi Covid-19, namun diharapkan daya beli masyarakat bisa berkembang. “Karena semua tahu, kondisi ini berbeda sekali dengan tahun 2020 lalu. Pada saat itu, pergerakan kita sangat terbatas, sehingga daya beli menurun. Tahun ini pergerakan agak lebih longgar, kemungkinan konsumsi agak lebih tinggi,” sebut Masniadi.
Sejatinya kebutuhan ayam lokal untuk masyarakat Kabupaten Nunukan sangat mencukupi. Namun dirinya tak ingin menyalahkan siapapun, mengenai membludaknya ayam di Nunukan. Sebab, daya beli masyarakat menurun di tengah pandemi Covid-19.
“Banyak kegiatan masyarakat tidak jalan. Salah satu di antaranya karena faktor itu. Apalagi, kuliner saat ini banyak yang belum aktif lagi,” paparnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan Dian Kusumanto mengatakan anjloknya harga ayam di Nunukan, lantaran membludaknya pasokan ayam potong, sehingga, para peternak terpaksa menjualnya dengan harga murah. “Kalau diamati, ini terjadi setiap awal tahun. Jadi, sebenarnya para peternak mengantisipasi akhir tahun, karena kebutuhannya tinggi. Pada akhir tahun, seperti Natal, tahun baru, itu kan permintaan tinggi, sehingga banyak peternak dan pengusaha memperbanyak bibitnya. Ini kan peluang usaha setahun sekali,” papar Dian.
DPKP Nunukan sudah menyepakati harga ayam di kandang terendah Rp24 ribu per kilogram (kg) dan berlaku mulai hari ini. “Harga itu untuk ayam hidup atau ayam di kandang peternak. Kalau harga pasar lain lagi. Karena, kita berbicara harga kandang, bukan harga pasar. Jadi, disepakati harga terendah Rp24 ribu per kg,” jelasnya.
Harga Rp24 ribu ini untuk menjaga kelanjutan peternak lokal di Nunukan. Sebab, dalam hitungan Rp24 ribu, sudah ada margin keuntungan peternak sehingga para peternak tetap bisa melanjutkan usahanya.
Diketahui, harga ayam potong di tingkat peternak menurun drastis. Hal ini membuat peternak lokal menyampaikan aspirasinya ke DPRD Nunukan.
Editor: Aspian Nur