Komandan Guspurla Koarmada II Laksamana Pertama TNI Rahmat Eko Rahardjo mengaku berada di Lanal Nunukan karena sedang melaksanakan operasi pengamanan perbatasan ambalat.
Bersama rombongan, ada lima kapal perang KRI yang mendukung operasi pengamanan perbatasan Ambalat ini. Salah satunya PKR 05 terbaru milik TNI AL di KRI Gusti Ngurah Rai.
“Selain itu, KRI ini juga dilengkapi Heli AS 565 MBe Panther HS-4211 anti kapal selam yang melaksanakan pengamanan kapal selam dan menjadi perpanjangan mata dan telinga kesenjataan KRI,” jelas Eko
Operasi perbatasan Ambalat ini diperkuat satuan Marinir yang tersebar di sepanjang perbatasan Sebatik dan pangkalan. “Di pangkalan juga sangat penting untuk melaksanakan dukungan logistik dan bantuan terhadap satuan-satuan yang melaksanakan gelar operasi,” paparnya.
Sampai sejauh ini kondisi perairan Ambalat masih aman dan kondusif. Selain itu, pihaknya melakukan patroli udara di sepanjang perbatasan. “Saya melaksanakan pengamanan di sepanjang perbatasan, tidak ada yang menonjol, situasi terkendali,” sebut Eko lagi.
Pelaksanaan operasi Ambalat digelar setiap tahun. “Ini rutin, kami selalu hadir. Unsur-unsur di laut selalu hadir di sana. Ini merupakan tugas rutin mengamankan perbatasan,” bebernya.
Sementara itu, Komandan Pesawat Udara HS – 4211 (Dan Pesut) Kapten Laut (P) Al Amin mengatakan bahwa heli buatan Francis itu mulai bergabung di TNI AL sejak tahun 2017 lalu. “HS – 4211 ini merupakan nomor lambung helinya,” sebut Al Amin.
Basis kemampuan heli untuk mencari dan menghancurkan kapal selam. “Keistimewaan heli ini bisa di segala cuaca. Kemudian, heli ini termasuk heli ringan dan memiliki kecepatan tinggi hingga 175 knot,” papar Al Amin.
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di korankaltara.com hari Selasa 23 Februari 2021 dengan judul Operasi Pengamanan Ambalat, 5 KRI Dikerahkan di Perbatasan