Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Hiang Adhi Chandra menyampaikan, tidak ada perayaan yang berlebihan di imlek tahun ini imbas Covid-19.
“Tidak ada perayaan berlebihan, sebatas sembahyang dan ritual saja. Kami memberi persembahan kepada para dewa. Dalam ritualnya, mendoakan supaya semuanya selamat dan pandemi cepat berlalu,” kata Adhi.
Adhi beserta keluarga baru usai melaksanakan ibadah penutupan tahun. “Hari ini (kemarin) adalah hari terakhir Tahun Tikus, besok (hari ini) sudah memasuki Tahun Shio Kerbau jadi ini sembahyang penutupan tahun. Sebenarnya dari pagi sudah ada yang sembahyang tapi masih ada sembahyang lagi untuk pembukaan tahun,” jelas Adhi.
Di tahun Shio Kerbau sendiri umat Konghucu perlu lebih giat dalam berjuang dan berusaha. “Sebetulnya semua punya ciri khas tersendiri. Tapi memang di tahun Kerbau Logam ini, biasanya kita dituntut lebih giat, lebih kuat dan lebih kerja keras lah. Seperti esensi dari kerbau itu sendiri. Yakni mampu bekerja dengan giat dan keras,” paparnya.
Masuknya tahun Shio Kerbau Logam tepat direfleksikan dengan kondisi saat ini. Dimana masyarakat berbagai negara sedang berjuang menangani corona dan dampak yang ditimbulkan. “Apalagi dengan adanya pandemi ini. Kita harus berjuang lebih ekstra dan tidak boleh menyerah,” pesan Adhi.
Di awal tahun baru ini, Adhi pun hanya berharap agar seluruh masyarakat Indonesia bisa segera keluar dari pandemic.
“Semoga semua bisa melewati pandemi ini bersama dengan selamat, bangkit dari semua kelesuan di tahun sebelumnya. Semoga di 2021 ini semua bisa kembali lebih baik lagi,” harap Adhi.
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di korankaltara.com hari Jumat 12 Februari 2021 dengan judul Lebih Giat dan Kuat di Tahun Kerbau Logam