“Dari BMKG, imbauan kepada masyarakat, terutama di wilayah pesisir agar meningkatkan kewaspadaan potensi terjadi hujan lebat dan angin kencang. Apalagi dibarengi dengan air (laut) pasang. Ini berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor dan genangan,” kata Khilmi.
Tak hanya itu, Khilmi juga menyebutkan potensi bencana hidrometeorologi lainnya adalah air pasang laut disertai dengan gelombang tinggi. Dia meminta masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca yang disampaikan rutin dan terbaru oleh BMKG.
“Supaya masyarakat selalu memperhatikan informasi BMKG terdekat. Kami selalu memantau situasi setiap saat. Untuk saat ini memang curah hujan tinggi didominasi waktu malam hingga dini hari,” ujarnya.
Di Kaltara, sebelumnya diperkirakan curah hujan tinggi hanya sampai di bulan Februari 2021, efek dari fenomena La Nina. Namun berdasarkan perkembangan atmosfer saat ini, diperkirakan intensitas hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang berlangsung hingga Maret.
“Di Kaltara, hujan berpotensi sedang sampai lebat. Itu sejak Oktober (2020) lalu yang merupakan efek La Nina di February. Namun atmosfer terkini, La Nina bisa sampai Maret. Kemungkinan Maret akhir mulai melemah. Artinya, Januari sampai Maret masih tinggi (intensitas curah hujan) dan signifikan,” beber Khilmi.
Bahkan sejak akhir tahun lalu, cuaca di beberapa wilayah di Kaltara pernah tergolong ekstrem. Misalnya curah hujan di atas 50 milimeter dalam 24 jam (Probabilistik Curah Hujan 24 Jam). Angka tersebut bahkan 50 persen lebih tinggi di bulan yang sama tahun sebelumnya.
“Memang signifikan, bahkan 50 persen lebih tinggi di bulan yang sama di tahun lalu. Bahkan di Desember lalu, pernah 140 milimeter per 24 jam. Dan beberapa kali di atas 50 milimeter per 24 jam,” terangnya.
Sementara itu, BMKG memastikan terus memantau citra satelit setiap saat. Jika ada gejala hujan lebat dan angin kencang, langsung memberikan warning kepada masyarakat. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di korankaltara.com hari Selasa 19 Januari 2021 dengan judul Kaltara Waspada Bencana Efek Cuaca