“Biasa kayak kita disuntik, tidak ada rasa lain. Jadi pesan saya, mungkin saya sampaikan jangan takut untuk divaksin,” kata Arthadira. Beberapa menit setelah mendapatkan vaksin, dia juga mengaku tidak merasakan apa-apa dan berharap tidak ada gejala – gejala lainnya.
“Sempat tegang dan itu wajar karena ini hal yang pertama kali, tapi setelah saya lalui dan Alhamdulillah hal itu larut dengan sendirinya,” ungkapnya. Arthadira menegaskan vaksin Covid-19 dari pemerintah untuk rakyat bertujuan untuk memutus dan memerangi pandemi Covid-19.
“Jangan takut. Mudah-mudahan tidak ada efek yang muncul, jadi kita bisa aktivitas kembali,” sebutnya. Pada vaksinasi hari ini, dua dari 10 pejabat yang sebelumnya telah dijadwalkan mendapatkan vaksin pertama batal lantaran tidak memenuhi salah satu syarat, yaitu tekanan darah (tensi) di atas 140/90.
Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Tarakan sekaligus Plh. Kepala Dinas Kesehatan Tarakan dr Devi Ika Indriarti mengatakan, dua orang pejabat yaitu Komandan Lantamal XIII Tarakan Laksamana Pertama TNI Haris Bima Bayuseto dan Kasdim 0907 Tarakan Mayor Inf Sarwono.
“Yang pertama kan dilakukan pemeriksaan suhu, kemudian tekanan darah nah kalau misalnya tekanan darahnya lebih dari 140/90 itu tidak bisa diberikan vaksin,” kata Devi. Keduanya masih bisa mengikuti vaksin tahap berikutnya, yaitu bersamaan vaksin jajaran TNI/Polri.
Devi menyarankan untuk tensi di atas syarat bisa diobati dan dikontrol terlebih dahulu jika nanti di bawah 140/90 bisa mengikuti tahap kedua. Haris Bima Bayuseto sendiri mengaku kecewa tidak bisa ikut divaksin Covid-19.
“Agak kecewa, karena salah satu syaratnya adalah kondisi kesehatan, mungkin kondisi kesehatan saya lagi tidak baik saat ini, sehingga tidak dilanjutkan,” katanya. Menurutnya, vaksin ini sangat baik sekali untuk memutus penyebaran Covid-19. Dia berharap kemungkinan lain waktu bisa mengikuti vaksin. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di korankaltara.com hari Kamis 14 Januari 2021 dengan judul Vaksinasi Covid-19 di Tarakan Dimulai, Kapolres Giliran Pertama