Tim secara intens sudah berkoordinasi dengan Pertamina melakukan pengawasan serta mencari langkah antisipasi ketika ada permasalahan di lapangan.
Bila sesuai kuota ketersediaan BBM dan elpiji di Kaltara saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Hanya saja, memang akan ada penambahan distribusi yang diminta langsung oleh lembaga penyalur. Selain itu, mengingat kebutuhan masyarakat akan BBM dan LPG cenderung meningkat menjelang dua hari besar itu.
“Untuk menghadapi lonjakan permintaan terhadap BBM dan elpiji serta permintaan langsung dari lembaga penyalur maka pendistribusiannya ditambah," kata Rohadi.
Pertamina menyiapkan tujuh hingga delapan persen untuk penambahan penyaluran BBM dan LPG di Kaltara. Sebagai informasi, sesuai data dari Pertamina, per Oktober 2020, tercatat realisasi penyaluran BBM berjenis solar di Provinsi Kaltara mencapai 22,806 kiloliter atau 74 persen dari kuota 30,415 kilo liter.
BBM berjenis kerosene di Nunukan, realisasinya mencapai 590 kiloliter atau 80,27 persen dari kuota 735 kilo liter. Dan untuk BBM berjenis premium, realisasinya mencapai 59,115 kiloliter atau 70,49 persen dari kuota 83,861 kiloliter. Sedangkan elpiji 3 kilogram, realisasinya mencapai 9,464 metrik ton atau 83 persen dari kuota 11,293 metrik ton. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di antaranews.com hari Kamis 24 Desember 2020 dengan judul Pemprov Kaltara pastikan stok BBM dan LPG aman jelang Natal