Komisi II DPRD yang salah satu bidangnya yakni pendidikan, melihat perkembangan Covid-19 di Tarakan dari orange bisa menuju merah. Bahkan dari release Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kalimantan Utara Tarakan menyumbang jumlah kasus tertinggi dibandingkan daerah lain.
“Selain itu, alasanya lainya yakni masalah pelayanan kesehatan, kondisinya saat ini tenaga kesehatan di Tarakan sudah kewalahan menangani pasien konfirmasi Covid-19,” ujar Idoeliansyah lagi. Berdasarkan SKB 4 Menteri yaitu Menteri Pendidikan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri tentang panduan pelaksanaan pembelajaran tatap muka salah satu syaratnya adalah zona hijau.
Jika tetap memaksa melaksanakan pembelajaran tatap muka, DPRD meminta setiap sekolah ditempatkan tenaga kesehatan. Namun melihat kondisi saat ini itu juga tidak memungkinkan, karena jumlah tenaga kesehatan juga terbatas. “Kami minta ditunda dulu, Sekolah tingkat SMA/SMK saat ini dilakukan penundaan seharusnya di Kota Tarakan juga bisa dilakukan,” imbuhnya.
Diketahui berdasarkan data release Satgas Penanganan Covid-19 Tarakan, jumlah akumulatif konfirmasi positif Covid-19 mencapai 1.505 orang dimana, pasien sembuh 802 orang dan pasien yang mash dirawat dan dilakukan pemantauan sebanyak 686 orang. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di korankaltara.com hari Sabtu 19 Desember 2020 dengan judul Komisi II DPRD Tarakan Minta Pemkot Tunda Sekolah Tatap Muka