Jejak pendapat yang akan dilaksanakan untuk orangtua murid diharapkan ada kesepakatan untuk memulai pendidikan dengan tetap dengan suasana melakukan protokol kesehatan. Rencananya awal Januari 2020 pembelajaran tatap muka bila dilakukan, maka ada waktu satu bulan untuk persiapannya.
“Lakukan jejak pendapat, bagaimana metodenya bagaimana tata caranya atau mungkin ada simulasi dulu baru awal Januari bisa dimulai,” kata Khairul. Saat ini jumlah kasus positif Covid-19 terus meningkat, tapi sampai kapan harus menunggu selesai pandemi ini belum tahu. “Menurut saya protokol kesehatan tetap dijaga, kalau kasus meningkat tapi jangan meningkat kasus yang fatal yang menyebabkan kematian.
Kalau ada pasien sakit segera dirawat dengan isolasi mandiri dan memperbaiki kualitas hidup. Setelah sembuh akan mendapatkan kekebalan,” paparnya. Kalau di sekolah murid dapat diawasi tidak tahu kalau murid pulang.
“Maka metode yang sudah pernah kami gagas dulu, (dimana murid) tidak boleh pulang kalau tidak dijemput orangtuanya, tidak boleh menggunakan kendaraan umum. Kantin sekolah tidak boleh buka dulu, harus bawa makan dari rumah,” kata jelas Khairul.
Hal itu dulu yang akan diterapkan Pemkot Tarakan, sembari melihat perkembangan kasus corona selanjutnya. Seperti diketahui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan pemerintah memberikan keleluasaan kepada pemerintah di setiap daerah untuk melakukan pembelajaran tatap muka mulai semester genap 2020/2021 atau Januari 2021.
“Pemerintah melakukan penyesuaian kebijakan untuk memberikan penguatan peran pemerintah daerah/kanwil/kantor Kemenag. Pemberian kewenangan penuh pada pemda tersebut dalam penentuan pemberian izin pembelajaran tatap muka,” ujar Nadiem.
Pemberian izin dapat dilakukan secara serentak atau bertahap per wilayah kecamatan dan atau desa atau kelurahan. Hal itu berlaku mulai semester genap tahun ajaran 2020/2021 atau bulan Januari 2021.
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di antaranews.com hari Rabu 25 November 2020 dengan judul Pemkot Tarakan lakukan jajak pendapat terkait pembelajaran tatap muka