Dengan tinggi hanya tiga kaki (satu meter), Olaf si robot dapat berjalan dan berbicara seperti boneka salju yang menyenangkan dan selalu optimis dari film Frozen tersebut.
Olaf dapat bergerak dengan kombinasi pengoperasian jarak jauh dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligent/AI) yang diprogram untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar.
Sebuah video keberadaan Olaf memperlihatkan si snowman berjalan-jalan dengan penasaran di Disneyland Paris, persis seperti yang dia lakukan di film dan pengunjung pun segera dapat bertemu dengannya.
Melansir dari laman dailymail.co.uk Jumat (28/11/2025) hari ini, Kyle Laughlin, pemimpin produk dan teknologi di Disney menyebutnya sebagai karakter paling ekspresif dan realistis yang pernah dibuat.
“Dari cara dia bergerak hingga penampilannya, setiap gerakan dan detail dirancang untuk mencerminkan Olaf yang dilihat penonton di film,” kata Laughlin.
Di media sosial Instagram, penggemar Frozen dibuat heboh, menyebut kreasi ini luar biasa, sempurna dan begitu bagus. “Dia seperti melompat langsung dari layar film ke dunia nyata,” ujar netizen.
Olaf dibuat oleh Disney Imagineering, divisi riset dan pengembangan perusahaan bernilai miliaran dolar yang berbasis di Glendale, California.
Untuk membuat gerakan boneka salju ini sesungguhnya para insinyur mengandalkan jenis kecerdasan buatan yang disebut reinforcement learning, proses dimana robot belajar membuat keputusan cerdas melalui trial and error dengan berinteraksi dengan lingkungannya.
Namun teknologi ini memungkinkan Olaf si robot untuk berlatih ribuan gerakan dalam simulasi komputer hingga gerakannya di dunia nyata terlihat alami.
"Manusia membutuhkan bertahun-tahun untuk menyempurnakan keterampilan motorik untuk berjalan dan membutuhkan bertahun-tahun latihan tambahan untuk melakukan gerakan akrobatik yang hanya sedikit dari kita yang dapat kuasai," kata Laughlin.
"Deep reinforcement learning adalah teknologi yang membantu robot memperoleh keterampilan semacam itu dalam waktu yang lebih singkat. Untuk membuat teknologi ini dapat diskalakan dengan baik, kita membutuhkan simulasi yang cepat dan parallel," sebutnya.
Meskipun demikian, Olaf pada akhirnya tetap dikendalikan oleh seorang staf Disney yang memegang remote control, seperti dilaporkan oleh Tech Radar.
Detail menarik lainnya adalah lapisan salju di bagian luar Olaf yang terbuat dari serat berkilau yang menangkap cahaya, yang menjadi kontras mencolok dengan cangkang keras karakter robot lainnya.
Dan sama seperti di film, lengan ranting dan hidung wortelnya dapat dilepas dan dipasang kembali dengan mudah. Yang paling penting, Olaf dapat menggerakkan mulutnya secara penuh dan berinteraksi dalam percakapan terkait Frozen dengan pengunjung taman, klaim Disney.
Saat ini, belum jelas seberapa canggih percakapan tersebut atau apakah akan didukung oleh chatbot generatif seperti ChatGPT.
Olaf mirip dengan Star Wars BDX Droids, karakter robot yang dapat bergerak bebas yang dapat dilihat pengunjung di atraksi Disney. "Namun, BDX Droids dalam film adalah karakter robot secara harfiah," kata Laughlin.
"Olaf adalah karakter animasi yang jauh lebih menantang untuk diwujudkan di dunia nyata," ungkapnya.
Awal tahun depan, robot Olaf akan mulai beraktivitas di World of Frozen, dunia imersif baru di Disneyland Hong Kong dan Paris. Penciptaan Olaf dijelaskan lebih detail dalam episode terbaru seri YouTube Disney, We Call It Imagineering.
Meskipun sangat mengesankan, kaki Olaf yang tebal membuatnya lebih mudah menjaga keseimbangan dibandingkan dengan beberapa humanoid berkaki panjang yang sedang dikembangkan.
Pasalnya awal bulan November lalu, robot Rusia bernama AIDOL goyah dan terjatuh saat acara peluncuran di panggung, membuat para hadirin terkejut.
Editor: Aspian Nur