Saat ini menurut perkiraan Yayasan Parkinson, ada sekitar sejuta orang di Amerika hidup dengan penyakit ini dan 10 juta orang diseluruh dunia. Penyakit ini biasanya muncul setelah usia 60 tahun, meskipun terkadang dapat berkembang sebelum usia 50 tahun.
Meski penyebab pastinya belum diketahui, tetapi Parkinson berkembang ketika sel-sel yang memproduksi satu diantara pembawa pesan kimiawi otak yang disebut dopamin, mulai memburuk dan mati.
Dopamin mengirimkan sinyal kebagian otak yang mengontrol gerakan. Gejala Parkinson muncul setelah cukup banyak sel penghasil dopamin mati sehingga jumlah neurotransmiter ini di otak menjadi terlalu sedikit.
Menurut yayasan tersebut melansir dari apnews.com Kamis (24/7/2025) hari ini, sebagian besar ahli meyakini faktor genetik dan lingkungan merupakan penyebab penyakit Parkinson. Puluhan mutasi gen yang terkait dengan Parkinson telah ditemukan dan faktor genetik menyumbang 10 persen hingga 15 persen dari semua kasus. Faktor lain yang diduga meningkatkan risiko meliputi cedera kepala, paparan pestisida dan herbisida, serta tempat tinggal.
Petinju Muhammad Ali adalah satu diantara contoh penderita Parkinson akibat cedera kepala dalam karirnya sebagai juara tinju dunia
Parkinson sendiri tidak ada obatnya, tetapi ada perawatan, termasuk obat-obatan yang memengaruhi kadar dopamin dan alat penghambat tremor yang ditanamkan melalui pembedahan. Pasien juga dapat memperoleh manfaat dari terapi fisik dan okupasi.
Gejala awal munculnya penyakit ini yaitu memburuk seiring waktu, biasanya secara perlahan. Tingkat keparahan gejala dan seberapa cepat perkembangannya sangat bervariasi antar pasien. Pada kasus lanjut, penderita mungkin tidak dapat berjalan atau merawat diri sendiri. Mereka juga dapat menderita depresi serta masalah ingatan dan berpikir.
Meskipun penyakit Parkinson tidak dianggap fatal, penderita dapat meninggal karena komplikasi penyakit ini, termasuk masalah paru-paru karena kelemahan otot yang menghambat kemampuan untuk batuk dan menelan.
Editor: Aspian Nur