“Acara ini memungkinkan sosok Latin digambarkan di TV sebagai pendidik, mengajarkan penonton cara berbicara bahasa dan pada saat yang sama mengajarkan hal-hal biasa yang perlu dipelajari anak-anak,” kata Brenda Victoria Castillo, presiden dan CEO National Hispanic Media Coalition melansir dari laman apnews.com Selasa (24/6/2025) hari ini.
Nickelodeon merayakan ulang tahun ke-25 petualangan Dora tersebut dengan film live-action berdurasi penuh berjudul “Dora and the Search of Sol Dorado”, musim ketiga dari seri animasi yang di-reboot “Dora,” podcast “Dora’s Mermaid Adventures,” album lagu serta berbagai mainan dan pakaian.
“Hal hebat tentang Dora adalah dia merayakan budaya Latin melalui setiap aspek mulai dari bahasa, makanan, pakaian, dan musik,” kata Ramsey Naito, presiden animasi di Paramount dan Nickelodeon.
“Tapi dia juga memberdayakan semua orang untuk menjadi diri mereka yang sejati dan berani. Dia tidak eksklusif. Dia inklusif,” paparnya.
Kathleen Herles memiliki sudut pandang khusus untuk melihat pengaruh Dora. Pengisi suara asli dari tokoh utama kecil itu dipilih untuk peran tersebut saat berusia 7 tahun dan tetap berperan hingga berusia 18 tahun dan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Ini adalah perjalanan terpanjang dan petualangan terbesar dalam hidupku tanpa bermaksud ganda,” kata Herles, yang tumbuh di New York City dari orangtua keturunan Peru.
Di acara konvensi, Herles menyaksikan langsung kekuatan Dora. “Aku ingat aku membuat anak-anak menangis, bukan sengaja. Pikiran mereka kembali ke kenangan, ke momen tertentu, itu sungguh luar biasa. Itu sangat istimewa, itu magis,” ungkapnya.
Herles baru-baru ini menjadi pengisi suara ibu Dora dalam “Dora,” reboot yang dimulai pada 2024 yang jadi momen penuh lingkaran bagi aktris dan penyanyi itu. “Mengubah hidupku selamanya, dua kali,” paparnya.
Dora the Explorer mengarah ke apa yang Herles dengan tertawa sebut sebagai Dora-verse, serial spin-off “Go, Diego, Go!,” serial sekuel “Dora and Friends: Into the City!” dan film live-action 2019 “Dora and the Lost City of Gold,” yang dibintangi Isabela Merced, Eva Longoria dan Michael Peña.
“Dora” co-creator Chris Gifford telah melihat karyanya tumbuh dan berubah bentuk menjadi manusia. “Dia pernah lebih tua, pernah lebih muda dan sekarang dia memakai jepit rambut,” katanya. “Esensinya, semangat positifnya, dan sikapnya yang ‘aku bisa melakukan apa saja dengan bantuanmu’ tetap bertahan,” ucap Gifford.
Dora telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya seperti yang terlihat pada Parade Thanksgiving Macy’s. Ada referensi tentangnya di Inside Out 2, pernah diejek di Saturday Night Live dan jika Anda melihat dengan seksama acara PBS Alma’s Way bisa dilihat boneka Dora di kamar tidur sang protagonis. Pengguna TikTok pun sudah mengadopsi lagu Backpack Song yang jadi ciri khas Dora.
“Anak-anak yang tumbuh dewasa sekarang. Mereka yang 25 tahun lalu hanya menontonnya sebagai balita kini ada diluar sana dan mengingatnya,” kata Valerie Walsh Valdes, co-creator seri asli dan produser eksekutif seri dan film baru.
Valdes dan Gifford awalnya memiliki ide untuk acara tentang seorang gadis kecil yang menjadi pemecah masalah eperti Blue’s Clues, acara ini akan memberi hadiah kepada anak-anak yang berhasil menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pembawa acara.
“Anak-anak prasekolah adalah orang-orang paling lemah di dunia kita,” kata Gifford. “Mereka tidak bisa mengancingkan sweater mereka dan tidak bisa mengikat sepatu mereka, tapi jika mereka bisa membantu Dora mencapai Kota Mainan Hilang dan benar-benar merasa telah membantu, itu sesuatu yang Istimewa,” ungkapnya.
Nickelodeon mengusulkan agar karakter gadis itu berlatar belakang Latina dan para pencipta menerimanya, membuatnya menjadi pan-Latina agar tidak ada yang merasa terpinggirkan. Representasi Latin di televisi baik dulu maupun sekarang selalu menjadi perjuangan.
Laporan Latinos in Media tahun 2024 dari Latino Donor Collaborative menemukan fakta aktor Latin hanya menyumbang 9,8 persen dari pemeran utama, co-lead dan ensemble dalam acara skrip. Di televisi non-skrip, pembawa acara Latino hanya menyumbang 5 persen dari peran pembawa acara. Hal ini meskipun orang Latin menyumbang hampir 20 persen dari populasi negara.
“Saat itu sedikit program yang menampilkan protagonis Latina dengan warna kulit atau fitur seperti Dora, jadi dari perspektif itu, representasi ini berharga,” kata Erynn Masi de Casanova, kepala departemen sosiologi di Universitas Cincinnati.
Dora ditempatkan dalam dunia animasi di dalam komputer, dan para pencipta meminta anak-anak untuk membantu memperbaiki acara tersebut. Mereka mempekerjakan konsultan pendidikan untuk mengidentifikasi keterampilan yang diajarkan Dora, seperti pemahaman spasial dan interpersonal. Mereka juga melibatkan ahli bahasa dan budaya. “We did it!” menjadi lagu andalannya.
Seri ini ditayangkan di lebih dari 150 negara dan diterjemahkan ke dalam 32 bahasa di saluran Nickelodeon dan Paramount+. Di negara-negara berbahasa Inggris seperti Amerika Serikat dan Australia, Dora mengajarkan bahasa Spanyol; di pasar lain termasuk pasar Hispanik di Amerika Serikat dia mengajarkan bahasa Inggris.
Samantha Lorraine yang sekarang berusia 18 tahun, besar di Miami dengan warisan Kuba, memiliki kaos dan ransel Dora. Dia tertawa pernah memiliki potongan rambut Dora.
Juli bulan depan, dia akan berperan sebagai Dora dalam film berjudul Dora and the Search of Sol Dorado yang syutingnya dilakukan di Kolombia. “Saya sudah mengikuti audisi sejak hari pertama. Suatu kehormatan bisa menggantikan peran Dora. Ini warisan yang sangat besar. Sangat menyenangkan bisa menjadi bagian dari representasi yang berarti. Dan Dora adalah simbol dari itu,” ucap Lorraine.
Castillo, dari National Hispanic Media Coalition, menempatkan Dora sejajar dengan Mickey Mouse sebagai karakter budaya yang langsung dikenali dan mengatakan Dora lebih relevan dari sebelumnya.
“Kita butuh lebih banyak Dora. Jika orang-orang terbuka untuk belajar bahasa, budaya dan keyakinan orang lain tanpa melihatnya sebagai ancaman, kita tidak akan berada dalam situasi seperti ini di negara ini dan dunia,” tegasnya.
Editor: Aspian Nur