“Lagu Hope in Bitterness menjadi langkah awal baru bagi cuacamendung yang mencerminkan harapan yang tumbuh perlahan dari masa jeda, sekaligus membuka fase baru dalam eksplorasi musik kami,” kata mereka dalam rilis yang diterima Korankaltim.com Jumat (18/4/2025) hari ini.
cuacamendung sendiri sudah merilis EP perdana yang tidak berjudul tahun 2011 silam yang berisi tiga trek instrumental. Lagu tersebut menjadi pijakan awal eksplorasi terhadap musik mereka hingga saat ini.
Meskipun sudah lebih dari satu dekade berlalu, mereka tetap mengeksplorasi musik instrumental dengan nuansa atmosferik dan dinamis.
Pada tahun 2016, cuacamendung memutuskan untuk vakum dari aktivitas bermusik mereka selama beberapa tahun. Tahun 2023, menjadi titik balik mereka kembali berkarya dengan formasi baru: Muhammad Trida (gitar), Bisma Abiyanda (gitar), Raul Yulian (bass) dan Rizal Perdana (drum), ditandai dengan tawaran kerjasama dengan Sindikat Sinema untuk mengisi TOKOTIKO live Session.
Di tahun 2025 ini, cuacamendung bekerjasama dan menjadi bagian dari Muara Records. “Kami merilis satu single Hope in Bitterness beserta 3 trek yang dimainkan secara live pada TOKOTIKO Session dalam format compact disc (CD) dan mengajak Sekoci Bumi untuk penggarapan sampulnya,” jelas mereka lagi.
Rilisan ini akan diluncurkan secara eksklusif dan terbatas pada perayaan Record Store Day Samarinda 2025 tanggal 25 April pekan depan.
Lagu Hope in Bitterness sendiri tersedia di Spotify, Deezer, YouTube Music, Apple Music dan digital streaming platform lainnya tanggal 25 April tersebut pukul 10.00 WITA.
Editor: Aspian Nur