"Dari konser ini kami ingin membawa nama baik Indonesia agar lebih baik lagi di mata internasional," tegas Sandhy dilansir dari antaranews.com Rabu (31/5/2023) hari ini.
Konser ini turut melibatkan Jay Subiyakto sebagai art director yang menyiapkan konsep dan teknis pertunjukan dengan menghadirkan perpaduan tradisi dan teknologi audiovisual.
"Semangat yang dibawa adalah kita akan menginfokan ke Eropa dan dunia luar bahwa Indonesia itu juga bisa maju dalam hal, ada di kecanggihan seni, stage lighting, dan segala macam, dan kita modern," ujar Sandhy.
Mendapat kesempatan untuk tampil di satu dari beberapa tempat teater Romawi kuno di dunia yang kaya menyimpan sejarah peradaban, Sandhy mengaku hal ini menjadi pencapaian bagi dirinya. Pria berusia 49 tahun itu mengapresiasi upaya KBRI di Sofia yang dapat mewujudkan konser tersebut.
Sandhy pun berharap hubungan kerjasama antara Indonesia dan Bulgaria nantinya akan semakin erat untuk segala bidang, termasuk bidang kebudayaan, perekonomian, hingga pendidikan.
"Buat saya ini salah satu pencapaian luar biasa. Mudah-mudahan mereka juga bisa lebih mengenal lagi bangsa Indonesia, mengenal tentang Indonesia," harap penyanyi yang popular dengan lagi Tak Pernah Padam ini.
Untuk mempersiapkan konser, Sandhy mengatakan dirinya bersama tim yang digawangi Erwin Gutawa akan melakukan latihan terlebih dahulu pada awal Juni sebelum terbang ke Bulgaria 4 Juni nanti. Setelah itu, tim akan kembali latihan di Bulgaria sebelum akhirnya konser terlaksana pada 8 Juni 2023.
Selain Sandhy, konser akan menampilkan pesinden dan dalang muda Woro Mustiko, peragaan busana batik ramah lingkungan oleh Sejauh Mata Memandang yang diperagakan model Bulgaria, penyanyi Bulgaria Petya Paneva yang menyanyikan lagu Indonesia, serta penampil lainnya.
Pertunjukan "Harmonature" mengusung konsep ethnochestra yang memadukan musik etnik dan orkestra. Sebelumnya pada 2019, Sandhy pernah terlibat dalam konser serupa yang juga digawangi Erwin Gutawa di Vienna, Austria.
Editor: Aspian Nur