Namun sejak Minggu (8/5/2022) kemarin, subscriber Youtube Deddy Corbuzier sebanyak 18,7 juta orang itu kemungkinan besar mengalami penurunan pengikut menyusul tamu yang dihadirkan Deddy Corbuzier yaitu pasangan gay alias homoseksual, Ragil Mahardika dan Frederik Vollert, pasangan gay asal Sumatera Utara dan Jerman.
Deddy mengundang Ragil dan Federick ke podcast miliknya untuk membahas kehidupan mereka sebagai pasangan sesama jenis. Sejak malam tadi, nama Deddy bertengger dalam daftar trending topic di Twitter setelah video yang diunggah kemarin sudah ditonton hingga 4,7 juta kali dalam kurun waktu satu hari.
Sayangnya, meski ada yang menanggapi positif, nyatanya lebih banyak yang bernada negative menanggapi podcast tiga orang dalam video tersebut karena dianggap tidak sesuai dengan nilai yang berlaku di Indonesia.
Dalam perbincangan selama satu jam itu, Deddy membahas masalah gay yang erat kaitannya dengan LGBT alias Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender, yang sangat dilarang di Indonesia. Imbas pembahasannya mengenai gay itu, Deddy terancam kehilangan subscriber karena beberapa warganet mengaku akan berhenti subscribe kanal YouTube Deddy Corbuzier.
“Deddy Corbuzier yang terkenal dengan kata “STOP MAKING STUPID PEOPLE FAMOUS” akhirnya begini. Btw udah banyak tuh LGBT dan orang bodoh yang di undang di podcastnya katanya gamau ngundang !!!,” ujar netizen.
“China yg sitemnya komunis saja tegas melarang laki2 feminin & LGBT tampil di TV. Ini di Indonesia malah dikasih panggung yg bebas dan leluasa, kalo begini lama2 Indo dikuasai dibawah ketik Banci Kaleng LGBT,” tulis yang lain.
“Pake judul tutorial jadi gay di indo yang diundang Ragil Podcast yang dulu nya terkenal edukasi nya dan high class narasumber nya sekarang terjun bebas menjadi konten biasa hanya butuh viewer,” sebut netizen lain.
“Konten YouTube semakin berbahaya dan tidak ramah anak, seorang Deddy Corbuzier mengangkat LGBT itu sungguh meresahkan. Warganet bisa me-report konten @Youtube yang dimaksud supaya dilakukan takedown!,” tulis netizen.
Ironisnya, saat komika Mosidik membalas tulisan Deddy Corbuzier di Instagram, pria bertubuh besar itu malah ikut kena bully netizen.
“Bisa gak gue jadi GAY... Disini kita lihat bahwa kenyataan di dunia ini berbeda beda.. Suka tidak suka.. Setuju atau tidak.. They are here.... @ragilmahardika,” tulis Deddy di Instagram-nya kemarin.
“Such a brave person! (sungguh orang yang berani)” balas Mosidik.
Mosidik pun jadi bulan-bulanan netizen. “Berani tapi tetap salah tempat,” tulis seorang netizen kepada Mosidik yang jadi kalimat cukup sopan dibandingkan balasan lain kepada pria yang bernama lengkap Mohamad Ali Sidik Zamzami itu.
Bahkan Ustadz berdarah Tionghoa, Felix Siauw ikut berkomentar. Lewat Instagram-nya, Felix Siauw memberi peringatan perihal perilaku melanggar aturan agama. "Karena udah terang-terangan, bahkan dengan judul yang sangat provokatif dan bangga dengah kemaksiatan, ngingetinnya juga mesti terang-terangan" tulis Felix dikutip dari Instagramnya Minggu (8/5/2022) kemarin.
“Yang bilang, "Udah nonton belum sampai habis?", jawabannya, belum dan nggak perlu. Sebab dari judul dan yang diundang aja udah jadi kampanye negatif dan jauh dari tuntunan agama, minimal membuat orang merasa wajar dengan keburukan dan dosa,” tulisnya lagi.
“Kita nggak masalah dengan pelaku maksiat, mereka bisa bertaubat, diajak taubat. Tapi maksiatnya kita benci, menyebarkan maksiat dan menganggapnya wajar apalagi,” tegasnya.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis secara terbuka mengkritik promosi pasangan homo di podcast yang dibawakan Deddy Corbuzier. Dia mempertanyakan mengapa pemilik podcast malah mengundang pasangan homo untuk tampil di channel Youtube yang bisa diakses jutaan orang.
"Yang jelas pasangan itu sudah masuk podcast-nya. Saya berharap yang punya podcast itu paham kalau Islam melarang dan mengutuk LGBT. LGBT itu harus diamputasi bukan ditoleransi," kata Kiai Cholil dilansir dari Republika.com hari ini.
Kiai Cholil heran bagaimana bisa Deddy yang seorang mualaf malah seolah mempromosikan gaya hidup seorang laki-laki berpasangan dengan laki-laki lain.
Menurut Kiai Cholil, dalam ajaran Islam, masalah LGBT merupakan kondisi tidak normal. Jangan sampai nantinya umat Islam menganggap pasangan sejenis sebagai hal lumrah akibat sering menonton tayangan yang mempromosikan LGTB.
"Saya masih menganggap LGBT itu ketidaknormalan yang harus diobati bukan dibiarkan dengan dalih toleransi. Meskipun itu bawaan lahir bukan itu kodratnya. Manusia itu yang normal adalah laki berpasangan dengan perempuan begitu juga sebaliknya," ucap Kiai Kholil.
Editor: Aspian Nur