Phil mengucapkan selamat tinggal kepada para penggemarnya dan masih sempat bercanda dengan mengatakan bagaimana kondisinya sekarang membuatnya harus tetap mendapat pekerjaan.
Genesis sendiri merupakan grup band legendaris dunia yang dihuni Phil bersama kibordis Tony Banks dan gitaris-bassist Mike Rutherford. Mereka terpaksa membatalkan serangkaian pertunjukan karena virus corona tahun lalu.
Pada konser terakhirnya di London, Phil terlihat lemah dan lelah sepanjang tur, duduk di kursi dan melakukan konser secara live setelah 55 tahun grup band ini berdiri. Namun suara khas sang vokalis tak berubah, tetap melengking, hal mana yang membuat penonton memberikan apresiasi tinggi kepadanya.
Phil Collins mengalami kerusakan saraf yang membuatnya tidak bisa bermain drum dan harus berjalan dengan tongkat.
Melalui media sosial Twitter, fans sang vokalis yang biasanya tampil enerjik itu mengomentari penampilan Phil, dengan banyak yang mencatat bagaimana dia terlihat lemah dan sangat membutuhkan istirahat.
Di samping emoji wajah sedih, satu orang menulis: "Semoga kesehatan Phil Collins baik dan masa pensiunnya bahagia. Sedih melihatnya terlihat begitu lemah,” tulis netizen.
Menggemakan komentar mereka, orang lain berkata: "Phil sangat membutuhkan istirahat. Dia adalah seseorang yang saya ingin lihat di konser. Semoga dia pensiun dengan bahagia,"
Kesehatan Phil menurun selama 15 tahun terakhir. Peraih Grammy Award ini menderita cedera tulang belakang di leher bagian atas yang menyebabkan kerusakan saraf dan melumpuhkannya sementara penyakit lain yaitu pankreatitis akut juga menyerang tubuhnya.
"Entah bagaimana, selama tur Genesis terakhir, saya mengalami dislokasi beberapa tulang belakang di leher bagian atas saya dan itu mempengaruhi tangan saya,” ujar Phil Collins dilansir dari laman Thesun.co.uk Senin (28/3/2022) hari ini.
"Setelah operasi di leher, tangan saya masih belum bisa berfungsi secara normal. Mungkin dalam satu tahun atau lebih itu akan berubah, tetapi untuk saat ini saya tidak bisa bermain drum atau piano," ungkapnya.
Editor: Aspian Nur