Diketahui, Deddy Corbuzier memiliki podcast atau siniar paling banyak subscriber di Indonesia dan menghadirkan banyak tamu terkenal dimana Youtube Close The Door miliknya diikuti 15,3 juta orang. “Saya sakit.. kritis, hampir meninggal karena badai sitokin, lucunya dengan keadaan sudah negatif. Yes it's covid.
Tanpa gejala apapun tiba tiba saya masuk ke dalam badai Cytokine dengan keadaan paru paru rusak 60 persen dalam dua hari,” paparnya. Deddy mengungkapkan dua orang yaitu Jendral Lukman Waka RSPAD dan Dr Wenny Tan hingga Dr Gunawan turun tangan semaksimal mungkin untuk menstabilkan keadaan dirinya agar keluar dari fase kritis. “Yes it's a life and death situation.
Hebat nya oOksigen darah saya tidak turun bahkan diam di 97-99 karena pola hidup sehat saya selama ini hingga saya bisa selamat walau dengan kerusakan paru yang parah. Bayangkan kerusakan sebesar itu tanpa penurunan oksigen.. That's and the doctor help. Make me pass my critical time, life and death.
But then.. Kisah saya berlanjut,” papar Deddy lagi. Dokter Gunawan yang merawat dirinya ternyata memiliki kisah luar biasa. “Yang saya dengar langsung dari pasien-pasiennyanya disana dia mengeluarkan banyak uang pribadi untuk obat obat dan biaya lainnya untuk banyak pasien karena dia tahu kalau tidak dibantu pasien itu akan mati.
Maka sampai kendaraan pun ia relakan tuk membantu puluhan pasiennya tanpa memikirkan keadaan ekonomi nya sendiri,” ungkap Deddy lagi. “This is my story and his story...And this is our appreciation from me and @indonesiapastibisaofficial to him for saving many lives.
Dan yang terakhir... Thank you @indonesiapastibisaofficial Thank u for helping all people... Incl me. ROCK. NOW!! #CLOSETHEDOOR. And FAK ppl who said endor,” tutupnya.
Dalam unggahannya di Instagram itu terlihat pula Deddy Corbuzier memberikan hadiah kepada Dokter Gunawan sebuah mobil sebagai ungkapan terima kasih kepada sang dokter yang membantunya sekaligus apresiasi karena Dokter Gunawan tak memikirkan masalah ekonomi dirinya demi membantu banyak orang yang sakit.
Editor: Aspian Nur