Kamis, 16/04/2026

Dengarkan Musik dan Anda akan Merasakan Kesehatan Fisik juga Mental, Ini Alasannya

Kamis, 16/04/2026

Mendengarkan musik setelah operasi bisa mempercepat proses penyembuhan atau setidaknya mengurangi rasa sakit. (Foto: ilustrasiAI)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Dengarkan Musik dan Anda akan Merasakan Kesehatan Fisik juga Mental, Ini Alasannya

Kamis, 16/04/2026

logo

Mendengarkan musik setelah operasi bisa mempercepat proses penyembuhan atau setidaknya mengurangi rasa sakit. (Foto: ilustrasiAI)

KORANKALTIM.COM - Musik selain menjadi tamu mewah dalam kehidupan sehari-hari juga menawarkan manfaat yang terbukti secara ilmiah berdampak pada kesehatan fisik dan mental.
Berdasarkan penelitian terbaru yang dikumpulkan oleh Popular Science, ada beberapa manfaat musik bagi kesehatan fisik dan mental seseorang dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya;

1. Pemulihan yang lebih cepat setelah operasi
Sebuah studi tahun 2024 oleh tim di California Northstate University College of Medicine meninjau 35 studi sebelumnya tentang pasien yang menjalani operasi. Analisis menunjukkan bahwa mereka yang mendengarkan musik setelah operasi melaporkan rasa sakit yang lebih sedikit, detak jantung yang lebih rendah, dan membutuhkan lebih sedikit obat penghilang rasa sakit .

Rata-rata, mereka yang mendengarkan musik menggunakan 0,758 mg opioid, sedangkan kelompok kontrol membutuhkan 1,654 mg. Efek positif ini tidak bergantung pada gaya musik tertentu, melainkan pada preferensi pribadi pasien.

Dr Eldo Frezza, profesor bedah dan penulis utama studi tersebut mengatakan kepada Popular Science musik dapat memfasilitasi transisi dari anestesi ke pemulihan dan mengurangi stres selama periode perubahan tersebut. Keakraban dan kenyamanan yang diberikan musik dapat mengurangi ketidaknyamanan setelah operasi dan membantu mengembalikan rasa normal.

2. Risiko demensia lebih rendah
Selain memberikan manfaat fisik, musik juga memiliki pengaruh signifikan terhadap kesehatan mental lansia. Sebuah studi dari Universitas Monash di Melbourne, Australia, menganalisis 10.893 orang dewasa berusia 70 tahun ke atas dan menemukan bahwa mereka yang sering mendengarkan musik memiliki risiko 39 persen lebih rendah terkena demensia dibandingkan dengan mereka yang mendengarkannya secara sporadis atau tidak pernah.

Penelitian yang dilaporkan oleh Popular Science ini juga mengidentifikasi bahwa memainkan alat musik dikaitkan dengan penurunan risiko demensia sebesar 35%. Namun, para penulis menekankan bahwa hasil ini mencerminkan tren dan tidak menetapkan hubungan sebab-akibat yang pasti . Temuan ini menyoroti pentingnya menjaga musik tetap hadir dalam kehidupan sehari-hari selama masa penuaan.

3. Pengaruh terhadap plastisitas otak
Musik tidak hanya berdampak pada kesejahteraan langsung; musik juga memberikan pengaruh mendalam pada fleksibilitas dan perkembangan otak, sebuah fenomena yang dikenal sebagai plastisitas otak . Sebuah analisis yang dilakukan oleh Harvard Medical School mengumpulkan berbagai studi tentang bagaimana belajar dan berlatih instrumen musik mengembangkan kemampuan kognitif dari masa kanak-kanak hingga dewasa.

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa pelatihan musik pada anak-anak dikaitkan dengan peningkatan ukuran korpus kalosum anterior, suatu wilayah yang memfasilitasi komunikasi antara belahan otak. Lebih lanjut, manfaatnya juga meluas kepada mereka yang memulai latihan musik di usia dewasa, dengan potensi efek positif yang bertahan lama dan memperlambat penurunan kognitif di usia lanjut.

Peran musik meluas melampaui pertunjukan: musik membutuhkan koordinasi berbagai keterampilan kognitif dan sensorik. Menurut analisis tersebut, “membuat musik membutuhkan kombinasi persepsi, gerakan, dan integrasi sensorik yang memperkuat konektivitas saraf .” Dengan cara ini, musik dapat mendorong perkembangan dan pelestarian otak sepanjang hidup.

4. Dampak unik dari musik live
Tidak semua cara menikmati musik memiliki efek yang sama pada otak. Sebuah studi terbaru dari Universitas Zurich menemukan fakta kalau menonton konser langsung memicu respons otak yang lebih kuat dan berkelanjutan daripada musik rekaman. Eksperimen tersebut yang dilaporkan oleh Popular Science , membandingkan reaksi pendengar yang terpapar rekaman versus musik yang dimainkan secara langsung oleh seorang pianis.

Penelitian menunjukkan bahwa musik live meningkatkan aktivitas di area otak yang terkait dengan pengaturan emosi dan mengaktifkan jaringan saraf yang lebih luas selama konser tatap muka. Peningkatan stimulasi ini menunjukkan bahwa interaksi antara pemain dan penonton memperkuat pengalaman tersebut.

Menurut data terbaru, mereka yang mencari manfaat intelektual dan emosional terbesar dari musik mungkin akan menemukan konser langsung sebagai pilihan yang paling merangsang.

Editor: Aspian Nur

Dengarkan Musik dan Anda akan Merasakan Kesehatan Fisik juga Mental, Ini Alasannya

Kamis, 16/04/2026

Mendengarkan musik setelah operasi bisa mempercepat proses penyembuhan atau setidaknya mengurangi rasa sakit. (Foto: ilustrasiAI)

Share

Berita Terkait