Jumat, 03/04/2026
Jumat, 03/04/2026
Gambar bumi yang terlihat sangat bulat diambil para astronot saat berada di bulan dalam misi Artemis II. (NASA)
Jumat, 03/04/2026

Gambar bumi yang terlihat sangat bulat diambil para astronot saat berada di bulan dalam misi Artemis II. (NASA)
KORANKALTIM.COM - Gambar pertama yang dikirim kembali oleh awak Artemis II dari luar angkasa menunjukkan Bumi dalam segala keluasannya, dengan Afrika dan Eropa terlihat jelas, bersama dengan fenomena seperti aurora borealis dan cahaya zodiak. Melansir dari laman CBS News Sabtu (4/4/2026) hari ini, NASA merilis foto-foto ini yang diambil dari kapsul Orion saat pesawat ruang angkasa tersebut melanjutkan perjalanannya ke Bulan.
Selama beberapa hari pertama perjalanan, siaran langsung menunjukkan planet ini seperti bulan sabit, bermandikan nuansa biru dan cokelat, dan transisi dari siang ke malam di permukaan Bumi.
Para astronot memanfaatkan setiap kesempatan untuk mendokumentasikan momen-momen ini, seperti yang dikatakan Jeremy Hansen kepada pusat kendali misi, keempat anggota kru tetap menempel di jendela mengambil gambar setelah menyelesaikan manuver pelepasan dari Bumi.
Pesawat ruang angkasa Artemis II diluncurkan pada 1 April dari Kennedy Space Center di Florida, Amerika Serikat dengan awak empat astronot di dalamnya. Pesawat ini dijadwalkan menyelesaikan perjalanan sejauh 1,1 juta kilometer dalam 10 hari, melintasi sisi jauh Bulan sebelum kembali ke Bumi.
“Komandan misi Reid Wiseman mengambil foto dengan perangkat pribadinya saat manuver injeksi translunar selesai,” kata
Gambar ini luar biasa karena memperlihatkan seluruh globe, termasuk Afrika, Eropa dan aurora kutub beserta cahaya zodiak yang disebabkan oleh debu yang memantulkan sinar matahari di tata surya. NASA memposting gambar tersebut di saluran media sosialnya dengan pesan, "Halo, dunia," yang menyampaikan kekaguman tim atas besarnya pemandangan yang berhasil diabadikan.
NASA juga merilis foto-foto lain yang diambil dari jendela kapsul Orion, dimana Bumi tampak seperti bulan sabit yang dikelilingi oleh gradasi warna biru dan cokelat dari atmosfer.
Gambar lainnya menunjukkan transisi dari siang ke malam. Siaran langsung ini mendekatkan pengalaman luar angkasa kepada publik dan memenuhi tujuan program penyuluhan.
Dalam siaran langsung kemarin, wahana antariksa Orion berada pada jarak 123.919 km dari Bumi dan saat itu NASA merilis gambar setengah Bumi yang diterangi dan setengahnya lagi dalam bayangan.
“Kita bisa melihat Afrika, Eropa dan jika melihat dengan sangat teliti bisa melihat Aurora Borealis; itu adalah momen paling spektakuler dan membuat kami berempat terdiam,” tulis para astronot.
Selama misi sepuluh hari, awak Artemis II akan melintasi sisi jauh Bulan pada hari Senin dan akan dapat mengamati fenomena seperti gerhana matahari dari luar angkasa.
Menurut Lori Glaze , penjabat administrator asosiasi badan antariksa AS, pembakaran injeksi translunar yang kritis dilakukan dengan sempurna. “Hal itu memungkinkan pesawat ruang angkasa tersebut secara resmi meninggalkan orbit Bumi menuju Bulan. Dari titik ini, hukum mekanika orbit akan membawa kru kami mengelilingi Bulan dan kembali ke Bumi,” ujar Glaze.
Misi ini bertujuan tidak hanya untuk memperoleh citra permukaan bulan yang belum pernah ada sebelumnya, tetapi juga untuk memvalidasi prosedur teknologi dan manusia yang diperlukan untuk pangkalan bulan permanen di masa depan . Untuk pertama kalinya, umat manusia berencana untuk mengubah Bulan menjadi platform yang stabil untuk eksplorasi dan penelitian, tidak seperti sifat sementara dari program Apollo sebelumnya.
Editor: Aspian Nur
Jumat, 03/04/2026
Gambar bumi yang terlihat sangat bulat diambil para astronot saat berada di bulan dalam misi Artemis II. (NASA)
TERPOPULER