Jumat, 20/03/2026
Jumat, 20/03/2026
(ilustrasi)
Jumat, 20/03/2026

(ilustrasi)
KORANKALTIM.COM – Banyak orang beranggapan kalau minum air putih saat makan bisa membahayakan pencernaan, hanya saja para ahli kesehatan menepis hal itu karena sebenarnya justru dapat mempermudah proses dalam tubuh.
Melansir dari Real Simple Jumat (20/3/20260 hari ini kebiasaan makan diselingi minum air putih dapat berkontribusi pada rasa kenyang yang lebih besar dan membantu mengontrol nafsu makan, meskipun dalam kasus seperti refluks gastroesofageal atau operasi lambung, disarankan untuk memisahkan asupan cairan dan makanan padat.
Dr Arshpreet Saraan, seorang dokter keluarga dan instruktur klinis di Universitas California, Riverside, Amerika Serikat, menyebut kalau minum air saat makan mempercepat proses pencernaan dan tidak mengubah enzim pencernaan .
Hal yang sama disampaikan ahli gizi Mackenzie Blair, dari Universitas Colorado yang menyarankan untuk selalu menyediakan segelas air di meja untuk membantu pencernaan dan meningkatkan hidrasi.
Beberapa studi dan organisasi internasional telah mengevaluasi dampak minum air saat makan dan menyimpulkan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang kuat untuk mendukung gagasan bahwa air mengencerkan cairan lambung atau menghambat pencernaan.
Minum air saat makan membantu mengidentifikasi titik kepuasan lambung lebih awal dan dapat mencegah konsumsi berlebihan , yang sangat relevan bagi mereka yang ingin mempertahankan atau mengurangi berat badan.
Para ahli sepakat kekhawatiran air mengubah fungsi enzim pencernaan tidak berdasar. Sebaliknya, minum air putih saat makan dapat meningkatkan pencernaan yang lebih nyaman dan menjadi bagian dari strategi untuk mengatur asupan kalori .
Mayo Clinic, sebuah pusat medis akademis yang terkenal secara internasional, mendukung gagasan kalau konsumsi air dalam jumlah sedang selama makan tidak berdampak negatif pada pencernaan atau efektivitas enzim pencernaan.
Menurut para spesialisnya, hidrasi yang cukup mendukung semua fungsi fisiologis, termasuk pencernaan, dan tidak ada bukti ilmiah yang meyakinkan bahwa air mengganggu penyerapan nutrisi atau memperlambat proses pencernaan .
Sebuah studi ilmiah yang diterbitkan di The American Journal of Clinical Nutrition mengevaluasi dampak konsumsi air selama makan terhadap rasa kenyang dan laju pengosongan lambung pada orang dewasa sehat. Hasilnya menunjukkan minum air bersama makanan tidak hanya tidak membahayakan pencernaan, tetapi juga dapat meningkatkan persepsi rasa kenyang dan memfasilitasi penyerapan nutrisi.
Studi yang dilakukan bekerja sama dengan Institut Nasional Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal AS ini menyimpulkan, praktik ini aman untuk sebagian besar populasi dewasa, meskipun merekomendasikan evaluasi yang dipersonalisasi dalam kasus-kasus dengan patologi pencernaan yang sudah ada sebelumnya.
Selain itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan dalam pedoman hidrasinya bahwa asupan cairan yang cukup, termasuk air saat makan, sangat penting untuk fungsi optimal sistem pencernaan dan metabolisme. Organisasi tersebut menekankan bahwa kebiasaan hidrasi teratur dapat membantu mencegah masalah seperti sembelit dan dehidrasi, terutama di iklim panas atau pada orang dengan kebutuhan cairan yang meningkat.
Lalu kapan harus membatasi asupan air saat makan? Kondisi kesehatan tertentu memerlukan kehati-hatian terkait jumlah dan waktu asupan cairan. Menurut Dr Saraan, penderita penyakit refluks gastroesofageal (GERD) mungkin mengalami peningkatan tekanan perut saat minum air sambil makan, yang dapat memperburuk gejala refluks.
Mereka yang telah menjalani operasi lambung mungkin mengalami rasa kenyang terlalu cepat jika mereka menggabungkan air dan makanan, yang menghambat penyerapan nutrisi yang tepat.
Dalam kasus ini, para ahli menyarankan untuk mengonsumsi cairan di waktu lain, sebelum atau sesudah makan, tergantung pada toleransi individu dan saran medis.
Selain itu, disarankan untuk mendistribusikan asupan air secara teratur sepanjang hari, yang membantu menghindari konsumsi cairan berlebihan di sekitar waktu makan dan menjaga hidrasi yang cukup tanpa mengganggu pencernaan. Pendekatan ini mendorong keseimbangan antara efisiensi pencernaan dan hidrasi yang tepat, membantu mengurangi ketidaknyamanan yang terkait dengan proses pencernaan.
Menurut data yang diterbitkan oleh portal statistik Jerman Statista , lebih dari 60 persen orang dewasa yang disurvei di Amerika Serikat mengatakan mereka minum air putih saat makan sebagai bagian dari rutinitas kesehatan mereka. Kebiasaan ini, yang didukung oleh sumber medis internasional dan studi terbaru, memperkuat gagasan bahwa minum air putih saat makan aman dan bermanfaat bagi kebanyakan orang sehat .
Editor: Aspian Nur
Jumat, 20/03/2026
(ilustrasi)
TERPOPULER