Sabtu, 14/02/2026
Sabtu, 14/02/2026
Robocop, polisi dalam film sesuai nama karakternya yang tayang tahun 1987 silam, diprediksi hadir di dunia nyata lima tahun mendatang. (reuters)
Sabtu, 14/02/2026

Robocop, polisi dalam film sesuai nama karakternya yang tayang tahun 1987 silam, diprediksi hadir di dunia nyata lima tahun mendatang. (reuters)
KORANKALTIM.COM – Tahun 1987 silam, sebuah film yang mengisahkan tentang perjuangan seorang polisi menumpas kejahatan jadi perbincangan dunia. Bukan polisi biasa, melainkan polisi robot alias Robocop.
Kini setelah 39 tahun berlalu, siapa sangka Robocop yang sebenarnya bakal hadir di dunia, terlihat di jalan dan sudut-sudut kota, untuk mengawasi mereka yang melanggar aturan atau ingin melakukan kejahatan.
Ya, robot polisi akan berpatroli di jalan-jalan dalam lima tahun ke depan, menurut prediksi seorang ahli. “Robot polisi sungguhan ini akan mampu mendeteksi, mengejar dan menangkap pelaku kejahatan,” kata Profesor Ivan Sun dari Universitas Delaware melansir dari laman dailymail.co.uk Sabtu (14/2/2026) hari ini.
Diketahui kepolisian seluruh dunia saat ini sudah kesulitan mengendalikan peningkatan kejahatan, jaringan kriminal yang semakin terorganisir dan kekuatan polisi yang terus berkurang, jelasnya.
Sejatinya robot humanoid sudah digunakan di China dan Profesor Sun memperkirakan ide ini akan segera menyebar. Pada tahun 2031 diperkirakan polisi robot akan memiliki kemampuan menggunakan pengenalan wajah untuk menemukan penjahat, mengejar dan menahan mereka.
“Meskipun mereka kemungkinan membutuhkan mitra yaitu manusia untuk mendampingi, mereka akan sangat berguna dalam situasi berbahaya,” jelasnya.
“Mereka dapat mengejar sejauh lima mil dan tidak akan lelah. Pada saat yang sama, saat mengejar tersangka, mereka dapat memindai data biometrik dan karakteristik tersangka. Kecerdasan buatan mereka dapat mendeteksi dari jarak 200 meter apakah tersangka membawa senjata atau tidak. Petugas manusia tidak akan mampu melakukan itu,” papar Sun lagi.
Meskipun ada implikasi hukum dan moral yang jelas terkait dengan peluncuran mereka, diyakini kehadiran polisi robot adalah hal yang tak terhindarkan. “Menggunakan kekuatan, mengejar dengan kecepatan tinggi itu bukan sekadar imajinasi, itu akan terjadi. Robot-robot ini akan melakukan penegakan hukum secara langsung, kemungkinan dalam beberapa tahun ke depan,” sebut si professor.
Selain Robocop, petugas polisi manusia kemungkinan akan dilengkapi dengan helm bertenaga Artificial Intelligent (AI) atau kecerdasan buatan, untuk meningkatkan kemampuan mereka. Selama situasi berisiko tinggi misalnya, AI dapat menganalisis apakah harus menembak atau tidak.
Namun ia memperingatkan ada banyak pertimbangan yang perlu dibahas, terutama terkait legislasi dan masalah privasi, sebelum robocop diintegrasikan ke dalam komunitas lokal. Profesor Sun saat ini sedang melakukan survei terhadap petugas polisi di seluruh dunia untuk mendapatkan pendapat mereka tentang polisi AI. “Robot penegak hukum dapat benar-benar mengurangi risiko bahaya (situasi) dan ketidakpastian yang terkait dengannya,” paparnya
Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Profesor Sun dan diterbitkan dalam Asian Journal of Criminology melibatkan permintaan pendapat petugas polisi Tiongkok tentang penggunaan robot bertenaga kecerdasan buatan dalam penegakan hukum.
“Negara-negara seperti China, Amerika Serikat, Singapura dan Uni Emirat Arab telah menguji sistem robotik dengan tingkat otonomi yang bervariasi, sering kali mengintegrasikan teknologi seperti pengenalan wajah dan algoritma prediktif,” kata Sun. “Penerapan robot polisi bertenaga AI mewakili babak baru dalam transformasi teknologi kepolisian,” tambahnya.
Contoh robot polisi yang sudah digunakan termasuk robot Xavier di Singapura yang berpatroli di ruang publik untuk mendeteksi perilaku sosial yang tidak diinginkan, seperti merokok sebelum meneruskan informasi tersebut kepada petugas manusia.
Di China, robot bertenaga AI seperti AnBot telah diintegrasikan kedalam sistem keamanan untuk melakukan pemantauan, verifikasi identitas dan berpatroli di pusat transportasi.
Di Arab Saudi, robot digunakan dalam peran layanan seperti menyambut turis atau memberikan bantuan multibahasa selama acara besar.
Editor: Aspian Nur
Sabtu, 14/02/2026
Robocop, polisi dalam film sesuai nama karakternya yang tayang tahun 1987 silam, diprediksi hadir di dunia nyata lima tahun mendatang. (reuters)
TERPOPULER