Jumat, 21/11/2025

Klay, Startup Anyar Streaming Musik yang Bikin Tiga Raksasa Tergoda

Jumat, 21/11/2025

gettyimages

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Klay, Startup Anyar Streaming Musik yang Bikin Tiga Raksasa Tergoda

Jumat, 21/11/2025

logo

gettyimages

KORANKALTIM.COM – Tiga perusahaan musik terbesar di dunia telah melisensikan karya mereka kepada perusahaan rintisan musik bernama Klay, yang sedang mengembangkan layanan streaming yang akan memungkinkan pengguna untuk membuat ulang lagu menggunakan alat kecerdasan buatan atau Artificial Intelligent (AI).

Klay adalah layanan musik berbasis AI pertama yang mencapai kesepakatan dengan ketiga label rekaman besar yaitu Universal Music Group NV , Sony Music dan Warner Music Group Corp. 

Melansir dari laman Bloomberg Jumat (21/11/2025) hari ini, Klay berencana mengumumkan kesepakatannya dalam beberapa hari ke depan terkait hal itu.

Klay sedang mengembangkan produk yang akan menawarkan fitur-fitur layanan streaming seperti Spotify  yang disempurnakan oleh teknologi kecerdasan buatan yang memungkinkan pengguna untuk membuat ulang lagu dalam berbagai gaya, hal mana yang membuat Universial, Sony dan Warner tergoda untuk bergabung. 

Klay telah melisensikan hak atas ribuan lagu hit untuk melatih model bahasanya yang canggih. Perusahaan ini telah memposisikan dirinya sebagai sekutu industri, menawarkan jaminan artis dan label rekaman akan memiliki kendali atas bagaimana karya mereka digunakan.

Klay dipimpin oleh produser musik Ary Attie dan juga mempekerjakan mantan eksekutif dari Sony Music dan DeepMind milik Google, sebuah laboratorium kecerdasan buatan. 

Industri musik sendiri diketahui telah memerangi perusahaan-perusahaan AI, menuduh penggunaan lagu-lagu mereka secara ilegal. Label rekaman menggugat Suno Inc dan Udio atas pelanggaran hak cipta, mengklaim mereka secara ilegal menggunakan musik orang lain untuk melatih sistem mereka dan menghasilkan karya-karya yang terdengar serupa.

Perusahaan musik menyadari para artis sudah menggunakan perangkat kecerdasan buatan untuk memproduksi lagu-lagu baru dan berusaha mengadopsi teknologi tersebut sambil melindungi hak cipta, aset mereka yang paling berharga. Layanan musik terbesar, termasuk Spotify dan YouTube , juga sedang mengembangkan perangkat AI.

Industri musik saat ini sedang mengalami gelombang kesepakatan yang melibatkan kecerdasan buatan. Universal Music dan Warner Music telah menyelesaikan gugatan mereka terhadap Udio dan melisensikan karya mereka kepada perusahaan tersebut untuk produk yang akan datang. 

Mereka juga telah menandatangani kesepakatan dengan Stability AI. Tidak ada label rekaman besar yang telah membuat kesepakatan dengan Suno , pemain terbesar di bidang musik bertenaga AI yang sedang berkembang. Perusahaan ini bernilai $2,4 miliar dalam putaran pendanaan terbarunya.


Editor: Aspian Nur

Klay, Startup Anyar Streaming Musik yang Bikin Tiga Raksasa Tergoda

Jumat, 21/11/2025

gettyimages

Share

Berita Terkait