Senin, 03/11/2025

Supermoon 5 November Lusa, Bulan Terlihat Lebih Dekat dan Terang dari Biasanya

Senin, 03/11/2025

Bulan akan terlihat lebih besar dan lebih terang saat Supermoon berlangsung dua hari lagi dan dapat dilihat dengan mata telanjang, termasuk di Indonesia. (scientimes.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Supermoon 5 November Lusa, Bulan Terlihat Lebih Dekat dan Terang dari Biasanya

Senin, 03/11/2025

logo

Bulan akan terlihat lebih besar dan lebih terang saat Supermoon berlangsung dua hari lagi dan dapat dilihat dengan mata telanjang, termasuk di Indonesia. (scientimes.com)

KORANKALTIM.COM - Fenomena alam di langit, Supermoon, terjadi beberapa kali dalam setahun. Setelah Oktober bulan lalu membuat bulan Supermoon hadir dan terlihat sedikit lebih besar, selanjutnya di November bulan ini, fenomena saat Bulan berada di titik terdekatnya dengan Bumi yang disebut perigee itu akan berlangsung Rabu (5/11/2025) malam lusa, sekitar pukul 21. 20 WITA. Malam itu, bulan akan terlihat sedikit lebih besar dan lebih terang dari biasanya.

“Orbit bulan mengelilingi Bumi bukanlah lingkaran sempurna, sehingga jaraknya antara Bumi dan Bulan akan terlihat berubah-ubah. Saat Supermoon terjadi,  bulan terlihat hingga 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dibandingkan bulan biasa sepanjang tahun,” tulis NASA melansir dari laman apnews.com Senin (3/11/2025) hari ini.

Supermoon November adalah yang kedua dari tiga supermoon tahun ini dan juga yang terdekat yang mana Bulan akan berada dalam jarak kurang dari 222.000 mil (357.000 kilometer) dari Bumi.

“Pasang surut air laut sedikit lebih tinggi saat Supermoon karena bulan lebih dekat dengan Bumi,” kata astronom Lawrence Wasserman dari Lowell Observatory. “Namun, perbedaannya tidak terlalu terlihat,” imbuhnya.

Supermoon juga masih akan terlihat disebagian wilayah Indonesia pada Kamis (6/11/2025) pagi sekitar pukul 06.30 WITA. Tidak diperlukan peralatan khusus untuk melihat Supermoon jika langit cerah. Namun perubahan ukuran bulan sulit dikenali dengan mata telanjang.  “Perbedaan tersebut paling jelas terlihat saat dibandingkan dengan gambar atau pengamatan lain,” kata Shannon Schmoll, direktur Abrams Planetarium di Michigan State University dalam sebuah email.

Fenomena Supermoon terakhir akan terjadi pada Desember mendatang, sehingga bagi mereka yang ingin melihat bulan lebih dekat dengan bumi masih memiliki kesempatan pada penghujung tahun tersebut.

Masyarakat dunia termasuk Indonesia yang ingin melihat Supermoon bisa melakukannya tanpa menggunakan alat apa pun dari lokasi yang memiliki langit cerah dan minim polusi cahaya. Pengamatan terbaik bisa dilakukan sejak Bulan mulai terbit hingga mencapai puncak kecerahannya sekitar pukul 21.00 WITA. Disarankan memilih area lapang seperti pantai, perbukitan atau halaman dengan pandangan langit terbuka. 


Editor: Aspian Nur

Supermoon 5 November Lusa, Bulan Terlihat Lebih Dekat dan Terang dari Biasanya

Senin, 03/11/2025

Bulan akan terlihat lebih besar dan lebih terang saat Supermoon berlangsung dua hari lagi dan dapat dilihat dengan mata telanjang, termasuk di Indonesia. (scientimes.com)

Share

Berita Terkait