Selasa, 04/08/2026

Pembelian Minyak Mentah Picu Lonjakan Impor Kaltim Hingga 283 Persen

Selasa, 04/08/2026

Data perkembangan impor Kaltim pada Juni 2026. (Foto: BPS Kaltim)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Pembelian Minyak Mentah Picu Lonjakan Impor Kaltim Hingga 283 Persen

Selasa, 04/08/2026

logo

Data perkembangan impor Kaltim pada Juni 2026. (Foto: BPS Kaltim)

Penulis: M Rafik

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur mencatat lonjakan signifikan pada nilai impor Kalimantan Timur (Kaltim) selama Juni 2026. 

Nilai impor mencapai USD1,190 miliar, atau meningkat 283,12 persen dibandingkan Mei 2026 yang tercatat sebesar USD310,68 juta.

Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan, peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh melonjaknya impor sektor migas. Disisi lain, impor nonmigas justru mengalami penurunan.

“Nilai impor Kaltim pada Juni 2026 tercatat sebesar USD1.190,27 juta, naik sebesar 283,12 persen dibandingkan Mei 2026. Peningkatan nilai impor disebabkan karena naiknya nilai impor migas sebesar 366,01 persen, meskipun nilai impor nonmigas turun 3,30 persen,” ujar Mas’ud Selasa (4/8/2026).

Lonjakan impor migas terutama berasal dari meningkatnya pembelian minyak mentah. Pada Juni 2026, nilai impor minyak mentah mencapai USD985,71 juta, melonjak 1.166,98 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Komoditas tersebut menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 69,34 persen dari total impor Kaltim.

Selain minyak mentah, impor hasil minyak tercatat sebesar USD92,06 juta, sedangkan impor gas alam mencapai USD m45,07 juta. Sementara itu, nilai impor nonmigas hanya mencapai USD67,43 juta, lebih rendah dibandingkan Mei 2026.

Dari sisi penggunaan barang, Mas’ud menyebut struktur impor Kalimantan Timur masih didominasi bahan baku dan barang penolong. Nilainya mencapai USD1,173 miliar atau sekitar 97,32 persen dari total impor Juni 2026.

“Sementara impor barang modal tercatat USD15,84 juta, sedangkan barang konsumsi hanya USD0,71 juta,” terangnya.

Meski nilai impor meningkat tajam, kinerja perdagangan luar negeri Kaltim masih mencatat surplus. BPS mencatat neraca perdagangan pada Juni 2026 mencapai USD973,40 juta. 

Surplus nonmigas sebesar USD 1,922 miliar mampu mengompensasi defisit sektor migas yang mencapai USD 949,23 juta, sehingga secara keseluruhan perdagangan luar negeri Kaltim tetap berada di zona positif.

Editor: Aspian Nur

Pembelian Minyak Mentah Picu Lonjakan Impor Kaltim Hingga 283 Persen

Selasa, 04/08/2026

Data perkembangan impor Kaltim pada Juni 2026. (Foto: BPS Kaltim)

Share

Berita Terkait