Minggu, 19/07/2026

Diskan Berau Kembangkan Ikan Kaleng Premium, Tingkatkan Nilai Jual Hasil Laut

Minggu, 19/07/2026

Produk ikan kaleng asal Berau ini siap tembus pasar modern. (Foto: Indri/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Diskan Berau Kembangkan Ikan Kaleng Premium, Tingkatkan Nilai Jual Hasil Laut

Minggu, 19/07/2026

logo

Produk ikan kaleng asal Berau ini siap tembus pasar modern. (Foto: Indri/Korankaltim.com)

KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau terus mendorong transformasi sektor perikanan melalui pengembangan produk olahan bernilai tambah. 

Salah satu inovasi yang kini dikembangkan ialah produk ikan kaleng premium hasil kolaborasi dengan SMK Negeri 3 Tanjung Batu sebagai upaya memperkuat hilirisasi hasil perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Program tersebut menjadi langkah strategis agar hasil tangkapan nelayan tidak hanya dipasarkan dalam kondisi segar, tetapi juga memiliki daya saing lebih tinggi melalui produk olahan yang mampu menembus pasar yang lebih luas

Kepala Diskan Berau, Abdul Majid, mengatakan pengembangan ikan kaleng premium merupakan bagian dari upaya menciptakan nilai ekonomi baru bagi komoditas perikanan lokal. Karena, teknologi pengolahan menjadi solusi atas tantangan distribusi ikan segar yang memiliki masa simpan terbatas.

“Kami ingin hasil laut Berau memiliki nilai tambah yang lebih tinggi,” katanya.

Keunggulan produk tersebut terletak pada daya simpannya yang mencapai sekitar tiga tahun tanpa menggunakan bahan pengawet maupun memerlukan penyimpanan di lemari pendingin. Hal itu dimungkinkan berkat proses pengalengan yang telah memenuhi standar keamanan pangan.

Abdul Majid menjelaskan, seluruh produk telah melalui uji F0 atau uji titik panas serta pengujian kandungan logam berat untuk memastikan keamanan pangan sebelum dipasarkan kepada masyarakat.

“Produk ini aman dikonsumsi dan bisa bertahan hingga sekitar tiga tahun,” ujarnya.

Saat ini, Diskan bersama SMK Negeri 3 Tanjung Batu telah mengembangkan sedikitnya tujuh varian rasa yang disesuaikan dengan selera konsumen. Varian tersebut meliputi suwir tuna sambal hijau, tuna pedas, mercon balelo, pesisir, sate goreng kerang, ikan asap kare, hingga bandeng mercon.

Beragam pilihan rasa tersebut diharapkan mampu memperluas pangsa pasar sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner berbahan baku hasil laut khas Berau.

Selain memperpanjang umur simpan produk, teknologi pengalengan juga dinilai mampu mengurangi potensi kerugian nelayan akibat ikan yang tidak segera terjual setelah proses penangkapan. Dengan masa simpan yang lebih panjang, produk dapat dipasarkan secara bertahap bahkan menjangkau daerah lain melalui jaringan distribusi yang lebih luas, termasuk ritel modern.

Diskan Berau optimistis pengembangan industri pengolahan hasil perikanan akan menjadi salah satu penggerak ekonomi baru di sektor kelautan dan perikanan. Hilirisasi produk diyakini tidak hanya meningkatkan daya saing komoditas lokal, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM, memperkuat keterlibatan dunia pendidikan melalui kolaborasi dengan SMK, serta menciptakan lapangan kerja di sektor pengolahan.

Diskan berharap ikan kaleng premium dapat berkembang menjadi produk unggulan khas Kabupaten Berau yang mampu memperkenalkan potensi hasil laut daerah ke pasar yang lebih luas, sekaligus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan nelayan dan pertumbuhan industri perikanan yang berkelanjutan. (*)

Diskan Berau Kembangkan Ikan Kaleng Premium, Tingkatkan Nilai Jual Hasil Laut

Minggu, 19/07/2026

Produk ikan kaleng asal Berau ini siap tembus pasar modern. (Foto: Indri/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait