Kegiatan tersebut bukanlah yang pertama kali. Tetapi pagelaran event seperti itu selalu dinantikan, baik oleh pelaku usaha maupun masyarakat. Dengan tujuan membangkitkan UMKM.
Para pelaku UMKM merasa terbantu dengan event karena dapat menghidupkan kembali usaha yang sempat merosot. Bahkan mereka ingin event serupa dirutinkan setiap tahun.
“Ini menghidupkan lagi semangat dan perekonomian kami yang sempat anjlok, perubahannya sangat drastis ke arah yang membaik, semoga ya terus diadakan sesering mungkin,” kata Putri (36), salah satu pelaku UMKM.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Samarinda, Rinda Wahyuni Andi Harun memastikan event seperti itu akan digelar rutin setiap tahun.
“Dengan mempertimbangkan kesuksesan festival kali ini,” kata Rinda, Jumat (11/2).
Dirinya juga berharap event tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan bagi pelaku UMKM yang usahanya sempat terjun bebas saat pandemi. Selain itu, kegiatan ini juga turut mendorong perwujudan program Wali Kota Samarinda dalam menciptakan 10 lapangan pekerjaan.
“Hampir dua tahun pandemi berjalan banyak UMKM yang terjun bebas bahkan tutup. Kemudian kita ingin mengangkat pandangan bahwa kita harus sudah bisa hidup berdampingan dengan masyarakat, karena kalau kita lemah dalam menghadapi pandemi, ekonomi tidak akan membaik,” sambungnya.
Kegiatan tersebut disambut baik oleh masyarakat. Antusias dan keterlibatannya sangat luar biasa. Kendati digelar saat pandemi Covid-19 kembali meningkat.
Untuk itu, penerapan protokol kesehatan dilakukan secara ketat baik oleh pedagang maupun pengunjung Samarinda Street Food Festival.
“Sebelum masuk, wajib scan PeduliLindungi. artinya yang masuk ke sini adalah orang-orang yang sudah vaksin, kita juga menerapkan wajib menggunakan masker dan jaga jarak antar pengunjung,” pungkasnya.
Penulis: */Linda
Editor: Supiansyah
Kegiatan tersebut bukanlah yang pertama kali. Tetapi pagelaran event seperti itu selalu dinantikan, baik oleh pelaku usaha maupun masyarakat. Dengan tujuan membangkitkan UMKM.
Para pelaku UMKM merasa terbantu dengan event karena dapat menghidupkan kembali usaha yang sempat merosot. Bahkan mereka ingin event serupa dirutinkan setiap tahun.
“Ini menghidupkan lagi semangat dan perekonomian kami yang sempat anjlok, perubahannya sangat drastis ke arah yang membaik, semoga ya terus diadakan sesering mungkin,” kata Putri (36), salah satu pelaku UMKM.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Samarinda, Rinda Wahyuni Andi Harun memastikan event seperti itu akan digelar rutin setiap tahun.
“Dengan mempertimbangkan kesuksesan festival kali ini,” kata Rinda, Jumat (11/2).
Dirinya juga berharap event tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan bagi pelaku UMKM yang usahanya sempat terjun bebas saat pandemi. Selain itu, kegiatan ini juga turut mendorong perwujudan program Wali Kota Samarinda dalam menciptakan 10 lapangan pekerjaan.
“Hampir dua tahun pandemi berjalan banyak UMKM yang terjun bebas bahkan tutup. Kemudian kita ingin mengangkat pandangan bahwa kita harus sudah bisa hidup berdampingan dengan masyarakat, karena kalau kita lemah dalam menghadapi pandemi, ekonomi tidak akan membaik,” sambungnya.
Kegiatan tersebut disambut baik oleh masyarakat. Antusias dan keterlibatannya sangat luar biasa. Kendati digelar saat pandemi Covid-19 kembali meningkat.
Untuk itu, penerapan protokol kesehatan dilakukan secara ketat baik oleh pedagang maupun pengunjung Samarinda Street Food Festival.
“Sebelum masuk, wajib scan PeduliLindungi. artinya yang masuk ke sini adalah orang-orang yang sudah vaksin, kita juga menerapkan wajib menggunakan masker dan jaga jarak antar pengunjung,” pungkasnya.
Penulis: */Linda