Agenda pelantikan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Samarinda (Andi Harun) beserta jajaran, Momentum ini menjadi langkah kepengurusan baru PHRI dalam penguatan industri pariwisata dan jasa akomodasi di Kota Tepian.
Ketua BPC PHRI Kota Samarinda, Leny Marlina menyampaikan, susunan kepengurusan baru telah resmi terbentuk. Kendati demikiam, ia menyadari amanah yang dibawa lima tahun ke depan diwarnai tantangan yang tidak ringan.
"Tentu dengan kepengurusan yang baru ini, tantangan kami ke depannya itu tidak mudah. Apalagi dengan efisiensi anggaran fiskal, baik secara pusat maupun secara daerah," ujar Leny, Rabu (7/10/2026).
Salah satu tantangan utama yang membayangi sektor akomodasi saat ini adalah pengendalian kebijakan anggaran. Leny menyebut efisiensi fiskal berdampak pada pembatasan belanja pemerintah untuk kegiatan luar dinas. Menyikapi kondisi tersebut, ia meminta para pelaku usaha perhotelan tidak selalu mengandalkan agenda pemerintah.
"Saya menghimbau dan menyerukan kepada seluruh anggota PHRI Kota Samarinda, memang kita jangan terlalu ketergantungan kegiatan-kegiatan kita dengan pemerintah," tegas Leny.
Sebagai solusinya, Leny mengajak seluruh anggota PHRI untuk menguatkan kolaborasi serta melahirkan terobosan baru melalui penyelenggaraan event mandiri guna mendatangkan wisatawan.
"Coba kita saling berkolaborasi, membangun inovasi. Misalkan kita bikin kegiatan-kegiatan atau event secara mandiri untuk mendatangkan para pengunjung masuk ke Kota Samarinda," tuturnya.
Menurut Leny, keberhasilan menciptakan agenda mandiri akan memberikan dampak positif yang luas bagi pergerakan perekonomian daerah secara keseluruhan.
"Tentu kalau kegiatan itu bisa kita laksanakan, secara otomatis akan mendatangkan dampak positif bagi Samarinda. Bukan cuma kami sebagai penyedia jasa akomodasi, tetapi secara menyeluruh industri perekonomian kita juga bisa bangkit bersama," pungkas Leny.
Editor: Aspian Nur