Inacraft merupakan pameran kerajinan yang menjadi ruang promosi dan pemasaran produk kerajinan dari berbagai daerah, berlangsung 7 hingga 11 Oktober 2026.
Satu diantara peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Jihan, perajin cilik asal Kampung Tukuq, Kecamatan Bentian Besar. Jihan yang masih berusia 11 tahun merupakan murid Sekolah Dasar (SD) Negeri 009 Bentian Besar. Disela kegiatan pameran Jihan mendemonstrasikan keterampilannya menganyam rotan di Booth Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disdagkop dan UKM) Kubar.
Jihan menyebut, menganyam rotan bukan keterampilan yang baru dipelajari, sudah mengenal kerajinan tersebut sejak berusia sekitar tujuh tahun dari sang ibu, Wati, yang juga merupakan perajin rotan.
Jihan mulai serius menganyam ketika duduk di kelas 4 SD atau sekitar usia sembilan tahun. Ketertarikan tersebut tumbuh dari kemauannya sendiri hingga kini ia mampu membuat sejumlah produk anyaman diantaranya tas rotan dan anjat dengan berbagai ukuran. Untuk menyelesaikan satu produk, Jihan membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua hari, tergantung ukuran dan bentuk yang dibuat.
Kegiatan menganyam biasanya dilakukan setelah pulang sekolah. Setelah menyelesaikan kegiatan belajar dan bermain, Jihan meluangkan waktu untuk melanjutkan pekerjaannya sebagai perajin. “Menganyam dikerjakan setelah pulang sekolah atau habis bermain dan belajar,” ujar Jihan, kepada Korankaltim.com Rabu (7/0/2026).
Keterampilan tersebut juga mulai memberikan penghasilan. Untuk setiap tas yang diselesaikan, Jihan mendapat upah sekitar Rp100 Ribu. Dalam kondisi tertentu, ia mampu menyelesaikan satu tas dalam sehari.
Saat ini, Jihan menjadi satu diantara perajin binaan Bidang Industri Disdagkop dan UKM Kubar. Keterlibatannya dalam Inacraft menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kerajinan rotan Kubar kepada masyarakat yang lebih luas.
Jihan berharap keterampilan menganyam yang dipelajarinya sejak kecil tidak berhenti pada dirinya. Ia mengajak generasi muda di Kubar untuk tidak malu mempelajari kerajinan tradisional daerah. “Jangan pernah malu melakukan hal positif ini, karena ini merupakan identitas dari daerah kita sendiri. Semoga hal ini juga berlaku kepada generasi penerus atau perajin-perajin cilik lainnya yang ada di Kubar,” ujar Jihan.
Keikutsertaan Jihan di Inacraft menjadi bentuk pengenalan kerajinan rotan Kubar melalui generasi muda. Dari Kampung Tukuq, keterampilan yang diwariskan dalam keluarga itu kini diperkenalkan hingga ke panggung pameran kerajinan di Jakarta.
Editor: Aspian Nur