Penulis: La Eko
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan produksi gas 750 juta MMSCFD dari fasilitas ENI di lepas pantai Kaltim mulai 1 November mendatang.
2 menit baca8 kali dibaca

Penulis: La Eko
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan produksi gas 750 juta MMSCFD dari fasilitas ENI di lepas pantai Kaltim mulai 1 November mendatang.
Target tersebut didukung pengembangan sumur Jangkrik NE-6 Directional A (JNE-6 Dir A) serta proyek lapangan gas Maha.
Bahlil menyebut tambahan produksi dari pengembangan itu mencapai sekitar 290 MMSCFD.
“Produksi existing 450 ditambah 290, maka 1 November itu sudah bisa mencapai 750 MMSCFD,” ujar Bahlil kepada Korankaltim.com di VIP Room Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (SAMS) Balikpapan, Kamis (22/10/2026) sore.
Berdasarkan lembar fakta proyek yang diterbitkan Searah Muara Bakau dan diperbarui pada Oktober 2026, proyek Maha berada di Blok West Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur, sekitar 16 kilometer di tenggara Jangkrik Floating Production Unit (FPU). Proyek tersebut bagian dari pengembangan South Hub ENI.
Proyek Maha mencakup dua sumur dengan perkiraan produksi 230 MMSCFD. Instalasi proyek dimulai pada 3 September, sedangkan target mulai beroperasi tercantum pada akhir Oktober 2026.
Dalam tahap evaluasi lapangan, sumur Maha-2 menemukan lapisan pasir yang mengandung gas bersih setebal 43 meter.
Pengembangan Maha menjadi bagian dari portofolio South Hub ENI bersama proyek gas Gendalo dan Gandang.
Sementara itu, sumur Jangkrik NE-6 Dir A diproyeksikan menambah produksi sebesar 55 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).
Pengembangan sumur berarah ini memaksimalkan fasilitas produksi dan FPU Jangkrik yang telah tersedia, sehingga tidak memerlukan pembangunan fasilitas produksi baru.
Lembar fakta proyek menyebut integrasi Maha diperkirakan meningkatkan produksi Jangkrik FPU dari 550 MMSCFD menjadi 750 MMSCFD. Sedangkan produksi saat ini 450 MMSCFD sebelum tambahan produksi dari pengembangan sumur.
Menurut Bahlil, pengembangan lapangan dan sumur gas merupakan upaya pemerintah bersama kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) untuk meningkatkan pemanfaatan potensi energi nasional.
“Ini bukti bahwa SKK Migas dan KKKS menjalankan arahan Presiden untuk mencari seluruh potensi menuju swasembada energi,” jelasnya.
Selain target produksi November 2026, Bahlil menyebut pengembangan ENI untuk mencapai produksi gas sekitar 3.000 MMSCFD, disertai produksi kondensat sebesar 130.000 barel.
Pencapaian target tersebut akan mendukung sasaran produksi migas nasional periode 2029-2030.
“Maka target yang diarahkan oleh Presiden sebagai KPI untuk 2029-2030 kurang lebih sekitar 900 sampai 1 juta barel itu bisa kita wujudkan,” tandasnya.
Turut mendampingi dalam kunjungan Bahlil Lahalida antara lain Direktur Jenderal Migas Laode Sulaeman, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, Kepala Unit Percepatan Proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) dan Geng North, SKK Migas Mildo Nainggolan, serta CEO SMB Mirko Araldi.
Editor: Aspian Nur
Target tersebut didukung pengembangan sumur Jangkrik NE-6 Directional A (JNE-6 Dir A) serta proyek lapangan gas Maha.
Bahlil menyebut tambahan produksi dari pengembangan itu mencapai sekitar 290 MMSCFD.
“Produksi existing 450 ditambah 290, maka 1 November itu sudah bisa mencapai 750 MMSCFD,” ujar Bahlil kepada Korankaltim.com di VIP Room Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (SAMS) Balikpapan, Kamis (22/10/2026) sore.
Berdasarkan lembar fakta proyek yang diterbitkan Searah Muara Bakau dan diperbarui pada Oktober 2026, proyek Maha berada di Blok West Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur, sekitar 16 kilometer di tenggara Jangkrik Floating Production Unit (FPU). Proyek tersebut bagian dari pengembangan South Hub ENI.

Proyek Maha mencakup dua sumur dengan perkiraan produksi 230 MMSCFD. Instalasi proyek dimulai pada 3 September, sedangkan target mulai beroperasi tercantum pada akhir Oktober 2026.
Dalam tahap evaluasi lapangan, sumur Maha-2 menemukan lapisan pasir yang mengandung gas bersih setebal 43 meter.
Pengembangan Maha menjadi bagian dari portofolio South Hub ENI bersama proyek gas Gendalo dan Gandang.
Sementara itu, sumur Jangkrik NE-6 Dir A diproyeksikan menambah produksi sebesar 55 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).

Pengembangan sumur berarah ini memaksimalkan fasilitas produksi dan FPU Jangkrik yang telah tersedia, sehingga tidak memerlukan pembangunan fasilitas produksi baru.
Lembar fakta proyek menyebut integrasi Maha diperkirakan meningkatkan produksi Jangkrik FPU dari 550 MMSCFD menjadi 750 MMSCFD. Sedangkan produksi saat ini 450 MMSCFD sebelum tambahan produksi dari pengembangan sumur.
Menurut Bahlil, pengembangan lapangan dan sumur gas merupakan upaya pemerintah bersama kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) untuk meningkatkan pemanfaatan potensi energi nasional.
“Ini bukti bahwa SKK Migas dan KKKS menjalankan arahan Presiden untuk mencari seluruh potensi menuju swasembada energi,” jelasnya.







Selain target produksi November 2026, Bahlil menyebut pengembangan ENI untuk mencapai produksi gas sekitar 3.000 MMSCFD, disertai produksi kondensat sebesar 130.000 barel.
Pencapaian target tersebut akan mendukung sasaran produksi migas nasional periode 2029-2030.
“Maka target yang diarahkan oleh Presiden sebagai KPI untuk 2029-2030 kurang lebih sekitar 900 sampai 1 juta barel itu bisa kita wujudkan,” tandasnya.
Turut mendampingi dalam kunjungan Bahlil Lahalida antara lain Direktur Jenderal Migas Laode Sulaeman, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, Kepala Unit Percepatan Proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) dan Geng North, SKK Migas Mildo Nainggolan, serta CEO SMB Mirko Araldi.
Editor: Aspian Nur



Pusat gempa berada di darat 6 km BaratLaut Lebong
22 Okt 2026, 17:57:49 WIB • Kedalaman 120 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG