Melalui SPKLU diharapkan lebih memudahkan masyarakat untuk pengisian daya kendaraan listrik.
Kehadiran SKPLU itu disambut baik seluruh pihak terutama pemerintah provinsi yang mana sesuai dengan keunggulannya, kendaraan berbasis listrik mampu mengurangi polusi udara dan menjaga lingkungan dari pencemaran udara.
Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Kaltim, Christianus Benny menjelaskan, mereka memberikan dukungan penuh terhadap perubahan tersebut.
Baginya hal tersebut sebagai bentuk tindaklanjut dari Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 55 Tentang percepatan program KB LBB untuk transportasi jalan.
"Saya memberi apresiasi karena kegiatan ini merupakan bagian dari mempublikasikan kendaraan bermotor yang ramah lingkungan, sebagai tindaklanjut peraturan presiden RI Nomor 55 tahun 2019 Tentang percepatan program KB LBB untuk transportasi jalan, dan sesuai dengan Permen Kemenhub Nomor 65 yang menginformasikan regulasi terkait konversi sepeda motor dengan penggerak motor berbakar menjadi motor berbasis batrai," kata Benny dalam sambutannya pada acara siang tadi.
Senada, Wali Kota Samarinda H Andi Harun juga memberikan dukungan posistif kepada PLN dan menyambut baik program tersebut sebagai bentuk kampanye zero emisi yang mengarah dalam pembangungan berkelanjutan.
Sebagai kepala daerah dirinya memastikan kedepannya kendaraan berbasis listrik itu menjadi alat transportasi terdepan dan akan masif penggunaanya di Samarinda Khususnya.
"Karena itu saya menyambut baik dan mengapresiasi serta turut merasa bangga kalau sudah ada stasiun listrik untuk mobil listrik mudahan kedepan perkembangannya makin besar dan pada akhirnya kita memiliki kualitas udara yang sangat baik," ujar Andi Harun.
SPKLU itu sudah ada di dua kota di Kalimantan Timur yakni Balikpapan dan Samarinda. General Manager PLN Kaltim-Kaltara Saleh Siswanto menyatakan akan terus berupaya memberikan peningkatan terkait SPKLU, yang direncanakan pada tahun 2022 ini akan membentuk 6 SKPLU di Kaltim dan Kaltara.
"Sementara di Kaltim baru ada dua tapi tahun 2022 kami rencanakan tambah empat lagi dan di Kalimantan Utara insya Allah dua lagi, jadi tahun ini akan ada 6 SPKLU. Diupayakan berada diluar kantor PLN, nanti disurvei dimana tempat-tempat representatif untuk menaruh SPKLU," papar Saleh.
Disetiap tahunnya perubahan terus dilakukan oleh PLN guna memudahkan masyarakat dan mendorong program pemerintah.
Selain itu layanan tersebut juga terhubung pada aplikasi PLN mobile sehingga pengguna layanan tersebut dapat memantau dan mengakses SKPLU dengan mudah dan cepat.
Rencananya SKPLU akan segera dibuka di Kalimantan Utara dan dua daerah di Kaltim yaitu Tenggarong, Kutai Kartanegara dan Bontang.
Sejauh ini pengguna kendaraan listrik masih sangat minim namun kedepannya penggunan tersebut diusahakan akan semaksimal dan lebih masif.
Penulis : Linda Mulyani
Editor: Aspian Nur
Melalui SPKLU diharapkan lebih memudahkan masyarakat untuk pengisian daya kendaraan listrik.
Kehadiran SKPLU itu disambut baik seluruh pihak terutama pemerintah provinsi yang mana sesuai dengan keunggulannya, kendaraan berbasis listrik mampu mengurangi polusi udara dan menjaga lingkungan dari pencemaran udara.
Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Kaltim, Christianus Benny menjelaskan, mereka memberikan dukungan penuh terhadap perubahan tersebut.
Baginya hal tersebut sebagai bentuk tindaklanjut dari Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 55 Tentang percepatan program KB LBB untuk transportasi jalan.
"Saya memberi apresiasi karena kegiatan ini merupakan bagian dari mempublikasikan kendaraan bermotor yang ramah lingkungan, sebagai tindaklanjut peraturan presiden RI Nomor 55 tahun 2019 Tentang percepatan program KB LBB untuk transportasi jalan, dan sesuai dengan Permen Kemenhub Nomor 65 yang menginformasikan regulasi terkait konversi sepeda motor dengan penggerak motor berbakar menjadi motor berbasis batrai," kata Benny dalam sambutannya pada acara siang tadi.
Senada, Wali Kota Samarinda H Andi Harun juga memberikan dukungan posistif kepada PLN dan menyambut baik program tersebut sebagai bentuk kampanye zero emisi yang mengarah dalam pembangungan berkelanjutan.
Sebagai kepala daerah dirinya memastikan kedepannya kendaraan berbasis listrik itu menjadi alat transportasi terdepan dan akan masif penggunaanya di Samarinda Khususnya.
"Karena itu saya menyambut baik dan mengapresiasi serta turut merasa bangga kalau sudah ada stasiun listrik untuk mobil listrik mudahan kedepan perkembangannya makin besar dan pada akhirnya kita memiliki kualitas udara yang sangat baik," ujar Andi Harun.
SPKLU itu sudah ada di dua kota di Kalimantan Timur yakni Balikpapan dan Samarinda. General Manager PLN Kaltim-Kaltara Saleh Siswanto menyatakan akan terus berupaya memberikan peningkatan terkait SPKLU, yang direncanakan pada tahun 2022 ini akan membentuk 6 SKPLU di Kaltim dan Kaltara.
"Sementara di Kaltim baru ada dua tapi tahun 2022 kami rencanakan tambah empat lagi dan di Kalimantan Utara insya Allah dua lagi, jadi tahun ini akan ada 6 SPKLU. Diupayakan berada diluar kantor PLN, nanti disurvei dimana tempat-tempat representatif untuk menaruh SPKLU," papar Saleh.
Disetiap tahunnya perubahan terus dilakukan oleh PLN guna memudahkan masyarakat dan mendorong program pemerintah.
Selain itu layanan tersebut juga terhubung pada aplikasi PLN mobile sehingga pengguna layanan tersebut dapat memantau dan mengakses SKPLU dengan mudah dan cepat.