"Ini bagian daripada program tersebut," kata Siti Aisyah usai pembukaan sosialisasi Transformasi Digital Daerah menuju Digital Smart City di Balikpapan, Selasa (18/1/2022).
Transaksi keuangan secara digital saat ini dimulai dari penerimaan pajak dan akan merambah ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya yang turut mengelola pendapatan seperti retribusi diantaranya Dinas Perdagangan, Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan hingga Dinas Perumahan dan Permukiman.
"OPD-OPD yang menjadi sumber pendapatan daerah, itu yang kita sasar supaya digitalisasi bisa berjalan," jelas perempuan yang akrab disapa Bu Ai ini.
"Memang kita butuh memberikan sosialisasi agar digitalisasi bisa berjalan terutama bagaimana menggunakan aplikasi yang sudah disiapkan oleh bank," sambungnya.
Balikpapan dianggap daerah yang paling siap menerapkan sistem digital. Terlebih kota ini telah mendapat penghargaan TOP Digital oleh Gubernur Isran Noor pada peringatan HUT ke-65 Provinsi Kaltim. Samarinda dan Kutai Kartanegara mendapat penghargaan serupa.
"Ini membuktikan Balikpapan siap menjalankan digitalisasi terhadap transaksi keuangan. Tentunya ini harus berlaku, baik di Kaltim maupun Kaltara. Tim kami menyebar supaya digitalisasi bisa terlaksana merata," ujarnya.
Bankaltimtara ingin implementasi digitalisasi menjadi prioritas. Sehingga dibutuhkan kolaborasi bersama pemerintah daerah selain juga pemahaman publik.
"Masyarakat kadang kan belum minded (terbuka) dalam teknologi digital. Ini yang harus diberikan pemahaman," pungkasnya.
Sementara itu, Asisten III Administrasi Umum Setdakot Balikpapan Arbain Side menyebut setiap OPD harus siap ketika ada perubahan dalam tata kelola pelayanan masyarakat.
"Tidak ada lagi alasan. Saya yakin kita siap karena sebelum pelaksanaan sudah dilakukan sosialisasi," kata Arbain yang mewakili Wali Kota Balikpapan.
Pemerintah kota ingin setiap OPD yang hadir dalam sosialisasi ini mampu memahami paparan dari setiap pemateri agar penerapan digitalisasi dalam pelayanan dilaksanakan secara baik.
"Seluruh OPD yang hadir harus siap menerima tantangan. Di perpajakan sudah melakukan itu," tandas Arbain Side.
Penulis: Hendra
Editor : Bambang Irawan
"Ini bagian daripada program tersebut," kata Siti Aisyah usai pembukaan sosialisasi Transformasi Digital Daerah menuju Digital Smart City di Balikpapan, Selasa (18/1/2022).
Transaksi keuangan secara digital saat ini dimulai dari penerimaan pajak dan akan merambah ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya yang turut mengelola pendapatan seperti retribusi diantaranya Dinas Perdagangan, Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan hingga Dinas Perumahan dan Permukiman.
"OPD-OPD yang menjadi sumber pendapatan daerah, itu yang kita sasar supaya digitalisasi bisa berjalan," jelas perempuan yang akrab disapa Bu Ai ini.
"Memang kita butuh memberikan sosialisasi agar digitalisasi bisa berjalan terutama bagaimana menggunakan aplikasi yang sudah disiapkan oleh bank," sambungnya.
Balikpapan dianggap daerah yang paling siap menerapkan sistem digital. Terlebih kota ini telah mendapat penghargaan TOP Digital oleh Gubernur Isran Noor pada peringatan HUT ke-65 Provinsi Kaltim. Samarinda dan Kutai Kartanegara mendapat penghargaan serupa.
"Ini membuktikan Balikpapan siap menjalankan digitalisasi terhadap transaksi keuangan. Tentunya ini harus berlaku, baik di Kaltim maupun Kaltara. Tim kami menyebar supaya digitalisasi bisa terlaksana merata," ujarnya.
Bankaltimtara ingin implementasi digitalisasi menjadi prioritas. Sehingga dibutuhkan kolaborasi bersama pemerintah daerah selain juga pemahaman publik.
"Masyarakat kadang kan belum minded (terbuka) dalam teknologi digital. Ini yang harus diberikan pemahaman," pungkasnya.
Sementara itu, Asisten III Administrasi Umum Setdakot Balikpapan Arbain Side menyebut setiap OPD harus siap ketika ada perubahan dalam tata kelola pelayanan masyarakat.
"Tidak ada lagi alasan. Saya yakin kita siap karena sebelum pelaksanaan sudah dilakukan sosialisasi," kata Arbain yang mewakili Wali Kota Balikpapan.
Pemerintah kota ingin setiap OPD yang hadir dalam sosialisasi ini mampu memahami paparan dari setiap pemateri agar penerapan digitalisasi dalam pelayanan dilaksanakan secara baik.
"Seluruh OPD yang hadir harus siap menerima tantangan. Di perpajakan sudah melakukan itu," tandas Arbain Side.
Penulis: Hendra
Editor : Bambang Irawan