Bidang Pengelolaan Bahan Pokok Strategis Disdag Samarinda Heny Kartika kepada Korankaltim.com menyebutkan, Disdag Samarinda pernah mendapat jatah 500 liter minyak goreng dari pusat pada awal desember 2021 lalu tapi jumlah tersebut masih terbilang sedikit bagi masyarakat Kota Tepian.
"Desember 2021 lalu kami lakukan operasi pasar murah di tiga titik pasar dan dalam waktu 15 menit sudah ludes terjual," kata Heny Kamis (13/1/2022) siang tadi.
Melihat kondisi harga minyak yang tak kunjung turun, Disdag Samarinda mengaku tak mampu menekan harga penjualan di pasar, karena naiknya harga minyak goreng disebabkan bahan baku kelapa sawit yang mahal.
Untuk memastikan masyarakat tak resah, Disdag Samarinda berencana akan menggelar operasi pasar murah pada pekan depan. "Insya Allah kami dapat bantuan dari pusat pekan depan, tapi belum tahu jumlah yang akan dialokasikan ke Samarinda," jelas Heny.
Heny berharap jumlah minyak goreng yang diberikan tak berkurang dari bantuan sebelumnya. Perihal mekanisme pasar murah masih dalam proses perencanaan, namun dapat dipastikan harga berkisar Rp15 ribu dan titik pasar berbeda sehingga pendistribusian merata.
"Kami berharapnya tidak kurang dari 500 liter, nantinya satu orang maksimal boleh membeli 2 liter saja," tutup Heny.
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Aspian Nur
Bidang Pengelolaan Bahan Pokok Strategis Disdag Samarinda Heny Kartika kepada Korankaltim.com menyebutkan, Disdag Samarinda pernah mendapat jatah 500 liter minyak goreng dari pusat pada awal desember 2021 lalu tapi jumlah tersebut masih terbilang sedikit bagi masyarakat Kota Tepian.
"Desember 2021 lalu kami lakukan operasi pasar murah di tiga titik pasar dan dalam waktu 15 menit sudah ludes terjual," kata Heny Kamis (13/1/2022) siang tadi.
Melihat kondisi harga minyak yang tak kunjung turun, Disdag Samarinda mengaku tak mampu menekan harga penjualan di pasar, karena naiknya harga minyak goreng disebabkan bahan baku kelapa sawit yang mahal.
Untuk memastikan masyarakat tak resah, Disdag Samarinda berencana akan menggelar operasi pasar murah pada pekan depan. "Insya Allah kami dapat bantuan dari pusat pekan depan, tapi belum tahu jumlah yang akan dialokasikan ke Samarinda," jelas Heny.
Heny berharap jumlah minyak goreng yang diberikan tak berkurang dari bantuan sebelumnya. Perihal mekanisme pasar murah masih dalam proses perencanaan, namun dapat dipastikan harga berkisar Rp15 ribu dan titik pasar berbeda sehingga pendistribusian merata.
"Kami berharapnya tidak kurang dari 500 liter, nantinya satu orang maksimal boleh membeli 2 liter saja," tutup Heny.
Penulis: Linda Mulyani