Direktur Utama PT Jasamarga Balikpapan - Samarinda (JBS) Jinto Sirait menjelaskan kenaikan traffic tersebut menjadi salah satu indikasi masyarakat menyambut baik kehadiran tol Balikpapan-Samarinda.
Ke depan, pihaknya juga bakal terus melakukan evaluasi agar pengendara semakin aman dan nyaman ketika melewati tol. Termasuk kemacetan yang timbul di pintu masuk Manggar. “Ini sambil berjalan akan terus kami evaluasi apa yang menjadi keluhan masyarakat, baik dari penerangan maupun aspek lain,” kata Jinto pada talk show bertajuk JBS Talk, Senin (6/9/2021) sore.
Selain itu, sarana publik seperti rest area juga akan dilakukan penambahan fasilitas yakni SPBU dan juga berencana menambah area kuliner.
“Tak kalah penting, kami juga berharap pengendara mematuhi rambu yang ada di sepanjang tol,” pintanya.
Kehadiran jalan tol Balsam menurut Ketua BPD Himpunan Pengusaha Muda Kaltim, Bakrie Hadi membuat efisien waktu maupun biaya.
Tak cuma itu, dampak ikutan dari kehadiran tol, cepat atau lambat pasti bakal terasa. Salah satunya adalah bisnis properti.
"Di exit tol biasanya sangat menjanjikan untuk bisnis properti. Belum lagi tumbuhnya kawasan industri karena ada akses ke Bandara dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau,” paparnya.
Anggota DPRD Balikpapan Iwan Wahyudi juga tak menampik, kehadiran tol Balsam sudah lama diimpikan masyarakat Balikpapan. Selain lebih efisien, faktor keamanan juga bakal jadi pertimbangan utama masyarakat untuk lewat tol.
“Pastinya memangkas waktu tempuh, belum lagi lewat tol juga lebih aman. Misalnya kita tak perlu takut lagi ada pohon tumbang,” katanya.
Ketua Badan Pembina Yapenti-DWK Universitas Balikpapan Rendi S Ismail yakin, kehadiran jalan tol ini mampu memberikan multiplayer effect bagi ekonomi Kaltim. Ia juga berharap proyek tol lanjutan, yakni Samarinda-Bontang dan Bontang-Kutim bisa direalisasikan.
Penulis : Yudi hadi
Editor : Bambang Irawan
Direktur Utama PT Jasamarga Balikpapan - Samarinda (JBS) Jinto Sirait menjelaskan kenaikan traffic tersebut menjadi salah satu indikasi masyarakat menyambut baik kehadiran tol Balikpapan-Samarinda.
Ke depan, pihaknya juga bakal terus melakukan evaluasi agar pengendara semakin aman dan nyaman ketika melewati tol. Termasuk kemacetan yang timbul di pintu masuk Manggar. “Ini sambil berjalan akan terus kami evaluasi apa yang menjadi keluhan masyarakat, baik dari penerangan maupun aspek lain,” kata Jinto pada talk show bertajuk JBS Talk, Senin (6/9/2021) sore.
Selain itu, sarana publik seperti rest area juga akan dilakukan penambahan fasilitas yakni SPBU dan juga berencana menambah area kuliner.
“Tak kalah penting, kami juga berharap pengendara mematuhi rambu yang ada di sepanjang tol,” pintanya.
Kehadiran jalan tol Balsam menurut Ketua BPD Himpunan Pengusaha Muda Kaltim, Bakrie Hadi membuat efisien waktu maupun biaya.
Tak cuma itu, dampak ikutan dari kehadiran tol, cepat atau lambat pasti bakal terasa. Salah satunya adalah bisnis properti.
"Di exit tol biasanya sangat menjanjikan untuk bisnis properti. Belum lagi tumbuhnya kawasan industri karena ada akses ke Bandara dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau,” paparnya.
Anggota DPRD Balikpapan Iwan Wahyudi juga tak menampik, kehadiran tol Balsam sudah lama diimpikan masyarakat Balikpapan. Selain lebih efisien, faktor keamanan juga bakal jadi pertimbangan utama masyarakat untuk lewat tol.
“Pastinya memangkas waktu tempuh, belum lagi lewat tol juga lebih aman. Misalnya kita tak perlu takut lagi ada pohon tumbang,” katanya.
Ketua Badan Pembina Yapenti-DWK Universitas Balikpapan Rendi S Ismail yakin, kehadiran jalan tol ini mampu memberikan multiplayer effect bagi ekonomi Kaltim. Ia juga berharap proyek tol lanjutan, yakni Samarinda-Bontang dan Bontang-Kutim bisa direalisasikan.
Penulis : Yudi hadi