
Senin, 08/06/2026
Senin, 08/06/2026
Bonnie Sukardi, Anggota DPRD Bontang (Rahmadani/Korankaltim.com)

Senin, 08/06/2026

Bonnie Sukardi, Anggota DPRD Bontang (Rahmadani/Korankaltim.com)
Penulis: Rahmadani
KORANKALTIM.COM, BONTANG – Anggota DPRD Bontang, Bonnie Sukardi, menilai tingginya angka temuan stunting di Kecamatan Bontang Barat tidak dapat langsung diartikan sebagai kegagalan program penanganan stunting.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan persiapan Operasi Timbang Serentak yang digelar Puskesmas Bontang Barat di BPU Kelurahan Kanaan, Senin (8/6/2026).
Menurut Bonnie, tingginya angka kasus yang terdata justru menunjukkan bahwa kader Posyandu dan tenaga kesehatan bekerja aktif melakukan pemantauan serta pendataan kondisi balita di masyarakat.
“Kenapa datanya tinggi? Karena kader-kadernya aktif. Semua kondisi anak bisa terbaca dan tercatat dengan baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses pendataan yang optimal memungkinkan pemerintah mengetahui kondisi riil di lapangan sehingga intervensi yang diberikan dapat lebih tepat sasaran.
Ia menilai keterbukaan data menjadi langkah penting dalam upaya percepatan penurunan stunting. Dengan mengetahui kondisi sebenarnya, pemerintah dapat memetakan wilayah prioritas dan kebutuhan yang harus segera dipenuhi.
Ia berharap semangat para kader Posyandu tetap terjaga karena peran mereka sangat menentukan keberhasilan program kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya menekan angka stunting di Kota Bontang.
Menurutnya, daerah yang memiliki sistem pendataan kuat justru lebih mudah melakukan evaluasi dan perbaikan program dibanding wilayah yang data lapangannya belum tergambar secara menyeluruh.
Karena itu, Bonnie mengajak seluruh pihak untuk tidak hanya berfokus pada angka, tetapi juga melihat keseriusan tenaga kesehatan dan kader Posyandu dalam melakukan upaya pencegahan serta penanganan stunting di lapangan. (adv)
Editor: Erwin

Senin, 08/06/2026
Bonnie Sukardi, Anggota DPRD Bontang (Rahmadani/Korankaltim.com)
TERPOPULER