
Minggu, 07/06/2026
Minggu, 07/06/2026
Bupati Kubar Frederick Edwin menyerahkan penghargaan kepada sanggar seni pada penutupan Festival. (Foto: Adi/Korankaltim.com)

Minggu, 07/06/2026

Bupati Kubar Frederick Edwin menyerahkan penghargaan kepada sanggar seni pada penutupan Festival. (Foto: Adi/Korankaltim.com)
Penulis: Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR – Festival Sempekat Harmoni Budaya Kutai Barat 2026 resmi ditutup di Taman Budaya Sendawar (TBS), Sabtu (6/6/2026) malam. Setelah berlangsung selama lima hari sejak 2 Juni lalu, festival budaya yang menjadi bagian dari Calendar of Event Kubar 2026 itu diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi agenda unggulan pariwisata daerah pada tahun-tahun mendatang.
Penutupan festival dilakukan oleh Bupati Kubar Frederick Edwin yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, Festival Sempekat Harmoni Budaya bukan sekadar hiburan tahunan, melainkan wujud nyata semangat gotong royong dan persatuan masyarakat di tengah keberagaman suku dan budaya yang ada di Tanaa Purai Ngeriman.
“Melalui festival ini, kita mengirimkan pesan kuat kepada masyarakat luar daerah bahwa Kabupaten Kutai Barat adalah daerah yang kaya akan budaya, ramah bagi pariwisata, serta memiliki masyarakat yang hidup berdampingan secara damai,” ujar Edwin.
Ia mengatakan, selama pelaksanaan festival masyarakat telah menyaksikan bagaimana warisan budaya leluhur dipadukan dengan kreativitas generasi muda melalui berbagai perlombaan dan pertunjukan seni budaya. Harmoni tersebut dinilai menjadi kekuatan penting dalam memperkuat identitas daerah sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal di tengah perkembangan zaman.
Edwin juga mengingatkan agar semangat pelestarian budaya yang tumbuh selama festival tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan memperkenalkan budaya Kubar kepada generasi penerus agar tetap lestari.
Kepada para pemenang berbagai perlombaan, Bupati menyampaikan ucapan selamat atas prestasi yang diraih. Sementara bagi peserta yang belum berhasil meraih juara, ia menilai keikutsertaan mereka tetap menjadi kontribusi berharga bagi upaya pelestarian budaya daerah.
“Kepada Dinas Pariwisata saya ingin menyampaikan bahwa keberhasilan acara ini merupakan garis start yang baru, bukan garis finis. Mari jadikan setiap evaluasi sebagai batu loncatan untuk menciptakan inovasi kegiatan yang lebih baik, lebih besar, dan lebih luar biasa pada masa yang akan datang,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kubar FX Sumardi menyampaikan terima kasih kepada seluruh perangkat daerah, sponsor, pelaku seni budaya, komunitas kreatif, aparat keamanan, tenaga kesehatan, relawan, insan media, serta masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan festival hingga berjalan lancar.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menampilkan kreativitas, semangat, dan kecintaan terhadap budaya daerah selama festival berlangsung.
“Kehadiran dan partisipasi semua pihak menjadi bukti nyata bahwa budaya tetap menjadi perekat persatuan sekaligus identitas masyarakat Kabupaten Kutai Barat,” katanya.
Sumardi menjelaskan, Festival Sempekat Harmoni Budaya sengaja digelar setiap bulan Juni karena bertepatan dengan Bulan Bung Karno. Momentum tersebut dipilih untuk menghidupkan kembali semangat Trisakti yang diwariskan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, yakni berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Menurutnya, nilai gotong royong dan kecintaan terhadap budaya yang selalu digaungkan Bung Karno sejalan dengan makna “Sempekat” yang berarti kebersamaan dan persatuan masyarakat.
Karena itu, pihaknya berharap Festival Sempekat Harmoni Budaya dapat terus diselenggarakan setiap tahun dan semakin dikenal secara luas di tingkat nasional.
“Kami berharap rekan-rekan media dan para kreator konten dapat membantu memperkenalkan festival ini ke berbagai daerah di Indonesia, sehingga masyarakat luas mengetahui bahwa Kabupaten Kutai Barat memiliki Festival Sempekat Harmoni Budaya yang diselenggarakan setiap bulan Juni dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno,” ujarnya.
Selama lima hari pelaksanaan, festival menghadirkan berbagai perlombaan dan pertunjukan budaya, mulai dari lomba tari tradisional, musik daerah, kuliner dan jajanan khas Kubar, hingga busana daerah yang diikuti peserta dari berbagai kecamatan. Selain menjadi ruang pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, mendukung UMKM, serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kubar. (Adv)
Editor: Erwin

Minggu, 07/06/2026
Bupati Kubar Frederick Edwin menyerahkan penghargaan kepada sanggar seni pada penutupan Festival. (Foto: Adi/Korankaltim.com)
TERPOPULER