Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA – Regenerasi aparatur di lingkungan Pemerintah Kutai Timur (Kutim) menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pelayanan publik.
1 menit baca4 kali dibaca

Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA – Regenerasi aparatur di lingkungan Pemerintah Kutai Timur (Kutim) menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pelayanan publik.
Para aparatur diingatkan agar menjadikan pengabdian sebagai tanggung jawab, bukan sekadar status pekerjaan. Melalui pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan fungsional tahun 2026.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menegaskan, setiap aparatur sipil negara (ASN) harus mampu menunjukkan profesionalisme, integritas dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan negara harus dibalas dengan kinerja nyata yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Memilih jalan pengabdian sebagai abdi negara menjadi komitmen menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, disiplin dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” ujarnya.
Ardiansyah mengingatkan, keberhasilan seorang ASN tidak cukup hanya dilihat dari kemampuannya menyelesaikan pekerjaan administratif. Lebih dari itu, setiap tugas yang dijalankan harus memberikan manfaat nyata dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Ia meminta para aparatur tidak terjebak pada rutinitas pekerjaan yang hanya berorientasi pada pemenuhan kewajiban. Sebaliknya, ASN harus memiliki inisiatif, kepedulian, dan tanggung jawab dalam menghadapi berbagai persoalan di lapangan.
“Bekerja dengan tulus jangan hanya sekadar menggugurkan kewajiban. Apa yang kita kerjakan harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Aparatur pemerintah seharusnya menjadi bagian dari penyelesaian masalah, bukan justru menambah kesulitan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, sikap responsif dan kemampuan mencari solusi perlu menjadi bagian dari budaya kerja. Ketika ada persoalan, jangan justru menambah masalah, tetapi hadir untuk memberikan solusi.
"Jadilah ASN yang mampu bekerja dengan penuh tanggung jawab, disiplin dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” lanjutnya.
Pihaknya juga menaruh harapan kepada aparatur baru, khususnya generasi muda agar mampu membawa semangat pembaruan dalam birokrasi pemerintahan. Para ASN diharapkan terus meningkatkan kompetensi, mengembangkan kemampuan diri, serta menyesuaikan pola kerja dengan perkembangan zaman.
"Agar pelayanan pemerintah semakin adaptif, efektif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang," jelasnya. (adv)
Para aparatur diingatkan agar menjadikan pengabdian sebagai tanggung jawab, bukan sekadar status pekerjaan. Melalui pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan fungsional tahun 2026.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menegaskan, setiap aparatur sipil negara (ASN) harus mampu menunjukkan profesionalisme, integritas dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan negara harus dibalas dengan kinerja nyata yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Memilih jalan pengabdian sebagai abdi negara menjadi komitmen menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, disiplin dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” ujarnya.
Ardiansyah mengingatkan, keberhasilan seorang ASN tidak cukup hanya dilihat dari kemampuannya menyelesaikan pekerjaan administratif. Lebih dari itu, setiap tugas yang dijalankan harus memberikan manfaat nyata dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Ia meminta para aparatur tidak terjebak pada rutinitas pekerjaan yang hanya berorientasi pada pemenuhan kewajiban. Sebaliknya, ASN harus memiliki inisiatif, kepedulian, dan tanggung jawab dalam menghadapi berbagai persoalan di lapangan.
“Bekerja dengan tulus jangan hanya sekadar menggugurkan kewajiban. Apa yang kita kerjakan harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Aparatur pemerintah seharusnya menjadi bagian dari penyelesaian masalah, bukan justru menambah kesulitan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, sikap responsif dan kemampuan mencari solusi perlu menjadi bagian dari budaya kerja. Ketika ada persoalan, jangan justru menambah masalah, tetapi hadir untuk memberikan solusi.
"Jadilah ASN yang mampu bekerja dengan penuh tanggung jawab, disiplin dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” lanjutnya.

Pihaknya juga menaruh harapan kepada aparatur baru, khususnya generasi muda agar mampu membawa semangat pembaruan dalam birokrasi pemerintahan. Para ASN diharapkan terus meningkatkan kompetensi, mengembangkan kemampuan diri, serta menyesuaikan pola kerja dengan perkembangan zaman.
"Agar pelayanan pemerintah semakin adaptif, efektif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang," jelasnya. (adv)










Pusat gempa berada di laut 30 km timur laut Mbay, Nagekeo
26 Okt 2026, 11:53:42 WIB • Kedalaman 13 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG