Penulis: Dwi Cahyo
KORANKALTIM.COM, TANA PASER - Gelar wicara atau talk show lintas agama digelar Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (Ipari) Kabupaten Paser menyambut Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026 nanti.
1 menit baca8 kali dibaca

Penulis: Dwi Cahyo
KORANKALTIM.COM, TANA PASER - Gelar wicara atau talk show lintas agama digelar Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (Ipari) Kabupaten Paser menyambut Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026 nanti.
Talk show digelar Senin (26/10/2026) pagi tadi secara outdoor yaitu di area Taman Hutan Kota Paser, diikuti pelajar dengan latar agama yang berbeda sebagai bentuk wujud persatuan dan kesatuan di kalangan pemuda di Paser.
Ketua Ipari Paser Muhammad Ilham menjelaskan, setiap umat beragama memiliki keyakinan yang tinggi terhadap agama yang dianut, hanya saja ada satu kesamaan dalam setiap agama, yakni mengajarkan kemaslahatan umat manusia.
"Dengan adanya ajaran yang berbeda cara namun memiliki satu kesamaaan tujuan yakni mencapai kemaslahatan umat, sehingga perlu ditanamkan pada setiap jiwa pemuda untuk bisa saling menghargai perbedaan agama," ujar Ilham kepada Korankaltim.com disela kegiatan.
Kegiatan serupa direncanakan digelar secara rutin karena bisa memberikan dampak positif pada kondusifitas lingkungan dimulai dari kalangan pelajar.
"Peserta yang merupakan pelajar diharapkan mampu menanamkan moderasi beragama agar mampu menjaga kondusivitas lingkungan, dimulai dari lingkungan sekolah sampai pada di lingkungan masyarakat," harapnya.
Kegiatan tersebut juga diwarnai dengan aksi bersih rumah ibadah yaitu dua gereja dan dua musala, diikuti seluruh peserta lintas agama.
Terpisah, Kapolres Paser AKBP Sofyan diwakili Kanit Bintibsos Sat Binmas Iptu M Tahir yang hadir pada kegiatan itu menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian penting dalam mencegah dan mengantisipasi timbulnya potensi Radikalisme di wilayah hukum Polres Paser.
"Penting bagi pelajar untuk bisa memahami terkait dengan bahaya Radikalisme, sehingga setiap oelajar juga bisa mendukung dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," ujar Tahir.
Editor: Aspian Nur
Talk show digelar Senin (26/10/2026) pagi tadi secara outdoor yaitu di area Taman Hutan Kota Paser, diikuti pelajar dengan latar agama yang berbeda sebagai bentuk wujud persatuan dan kesatuan di kalangan pemuda di Paser.
Ketua Ipari Paser Muhammad Ilham menjelaskan, setiap umat beragama memiliki keyakinan yang tinggi terhadap agama yang dianut, hanya saja ada satu kesamaan dalam setiap agama, yakni mengajarkan kemaslahatan umat manusia.
"Dengan adanya ajaran yang berbeda cara namun memiliki satu kesamaaan tujuan yakni mencapai kemaslahatan umat, sehingga perlu ditanamkan pada setiap jiwa pemuda untuk bisa saling menghargai perbedaan agama," ujar Ilham kepada Korankaltim.com disela kegiatan.
Kegiatan serupa direncanakan digelar secara rutin karena bisa memberikan dampak positif pada kondusifitas lingkungan dimulai dari kalangan pelajar.

"Peserta yang merupakan pelajar diharapkan mampu menanamkan moderasi beragama agar mampu menjaga kondusivitas lingkungan, dimulai dari lingkungan sekolah sampai pada di lingkungan masyarakat," harapnya.
Kegiatan tersebut juga diwarnai dengan aksi bersih rumah ibadah yaitu dua gereja dan dua musala, diikuti seluruh peserta lintas agama.
Terpisah, Kapolres Paser AKBP Sofyan diwakili Kanit Bintibsos Sat Binmas Iptu M Tahir yang hadir pada kegiatan itu menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian penting dalam mencegah dan mengantisipasi timbulnya potensi Radikalisme di wilayah hukum Polres Paser.
"Penting bagi pelajar untuk bisa memahami terkait dengan bahaya Radikalisme, sehingga setiap oelajar juga bisa mendukung dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," ujar Tahir.

Editor: Aspian Nur










Pusat gempa berada di laut 30 km timur laut Mbay, Nagekeo
26 Okt 2026, 11:53:42 WIB • Kedalaman 13 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG