Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Pemerintah Desa (PemDes) Makmur Jaya, Kecamatan Kombeng menjadi desa pertama di wilayah tersebut yang mengajukan permohonan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
1 menit baca3 kali dibaca

Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Pemerintah Desa (PemDes) Makmur Jaya, Kecamatan Kombeng menjadi desa pertama di wilayah tersebut yang mengajukan permohonan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut sosialisasi yang dilaksanakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kutim.
Pengajuan aktivasi IKD tersebut dilakukan dengan menyasar perangkat desa maupun masyarakat. Inisiatif ini menjadi bentuk dukungan terhadap percepatan penerapan identitas kependudukan digital di Kecamatan Kombeng.
Seksi Pemerintahan dan Pelayanan Publik Kecamatan Kombeng, Rofiqoh Istiharoh mendorong agar program tersebut dapat diterapkan secara lebih luas di tingkat desa. Aktivasi IKD diharapkan memudahkan masyarakat dalam memanfaatkan layanan administrasi kependudukan berbasis digital.
“Percepatan penerapan IKD di Kecamatan Kombeng diharapkan berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Partisipasi Kepala Desa (Kades) diharapkan menjadi contoh bagi perangkat desa dan masyarakat agar semakin memahami pentingnya memiliki identitas kependudukan digital.
Selain menjadi tindak lanjut sosialisasi Dukcapil Kutim, langkah Desa Makmur Jaya juga diharapkan dapat mendorong Desa lain untuk segera melakukan aktivasi IKD.
“Kami terus mendorong serta memfasilitasi pelaksanaan aktivasi tersebut,” katanya.
Upaya ini dilakukan agar semakin banyak masyarakat yang memiliki dan memanfaatkan IKD dalam mendukung kebutuhan administrasi kependudukan.
Dengan dimulainya aktivasi di Desa Makmur Jaya, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan layanan kependudukan digital.
Sementara, Kades Makmur Jaya, Saepul Bahri menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia juga menunjukkan dukungannya secara langsung dengan turut melakukan aktivasi IKD.
“Sistem digital dapat meminimalkan potensi manipulasi data penerima bantuan,” ujarnya.
Proses verifikasi data penerima manfaat dapat dilakukan dengan lebih akurat karena dilengkapi fitur pemindaian wajah serta pencocokan Nomor Induk Kependudukan (NIK) secara otomatis.
“Kami terus memantau saat petugas melakukan register. Proses aktivasi IKD harus ada pendampingan langsung,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin
Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut sosialisasi yang dilaksanakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kutim.
Pengajuan aktivasi IKD tersebut dilakukan dengan menyasar perangkat desa maupun masyarakat. Inisiatif ini menjadi bentuk dukungan terhadap percepatan penerapan identitas kependudukan digital di Kecamatan Kombeng.
Seksi Pemerintahan dan Pelayanan Publik Kecamatan Kombeng, Rofiqoh Istiharoh mendorong agar program tersebut dapat diterapkan secara lebih luas di tingkat desa. Aktivasi IKD diharapkan memudahkan masyarakat dalam memanfaatkan layanan administrasi kependudukan berbasis digital.
“Percepatan penerapan IKD di Kecamatan Kombeng diharapkan berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Partisipasi Kepala Desa (Kades) diharapkan menjadi contoh bagi perangkat desa dan masyarakat agar semakin memahami pentingnya memiliki identitas kependudukan digital.
Selain menjadi tindak lanjut sosialisasi Dukcapil Kutim, langkah Desa Makmur Jaya juga diharapkan dapat mendorong Desa lain untuk segera melakukan aktivasi IKD.
“Kami terus mendorong serta memfasilitasi pelaksanaan aktivasi tersebut,” katanya.
Upaya ini dilakukan agar semakin banyak masyarakat yang memiliki dan memanfaatkan IKD dalam mendukung kebutuhan administrasi kependudukan.

Dengan dimulainya aktivasi di Desa Makmur Jaya, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan layanan kependudukan digital.
Sementara, Kades Makmur Jaya, Saepul Bahri menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia juga menunjukkan dukungannya secara langsung dengan turut melakukan aktivasi IKD.
“Sistem digital dapat meminimalkan potensi manipulasi data penerima bantuan,” ujarnya.
Proses verifikasi data penerima manfaat dapat dilakukan dengan lebih akurat karena dilengkapi fitur pemindaian wajah serta pencocokan Nomor Induk Kependudukan (NIK) secara otomatis.

“Kami terus memantau saat petugas melakukan register. Proses aktivasi IKD harus ada pendampingan langsung,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin









Pusat gempa berada di laut 13 km timur laut Kota Sorong
25 Okt 2026, 19:47:26 WIB • Kedalaman 6 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG