Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfo Kukar, Solihin, mengatakan, pengawalan meliputi penyusunan regulasi, petunjuk teknis (juknis), pemetaan kebutuhan perangkat, hingga mekanisme penanggulangan jika terjadi kendala teknis di kemudian hari.
“Untuk pengawalan teknis dari Diskomimfo sendiri kami mengawal pemasangan sampai penanganan gangguan,” kata Solihin kepada Korankaltim.com, Minggu (25/10/2026).
Ia menjelaskan, penyediaan internet bagi ribuan RT di Kukar membutuhkan penyesuaian teknologi berdasarkan ketersediaan infrastruktur di masing-masing wilayah. RT yang telah terjangkau jaringan kabel optik dapat memanfaatkan layanan dari penyedia internet atau provider.
Sementara itu, wilayah yang belum terlayani kabel optik memerlukan alternatif teknologi lain. Salah satu opsi yang dapat digunakan ialah internet berbasis satelit, seperti Starlink dan Orbit.
Kondisi akses internet di Kukar masih beragam. Sejumlah kawasan permukiman belum terjangkau jaringan secara optimal karena lokasi yang jauh dari menara Base Transceiver Station (BTS) maupun belum tersedianya layanan provider di wilayah tersebut.
Melalui pendampingan teknis ini, Diskominfo Kukar berupaya membantu RT menentukan teknologi yang sesuai agar pelaksanaan Program RT-KU Terbaik dapat memfasilitasi kebutuhan akses internet masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan jaringan.
Terkait kebutuhan perangkat, Solihin menyebut jumlah dan jenis peralatan akan disesuaikan dengan kapasitas anggaran RT serta jumlah penduduk di setiap wilayah.
“Untuk perangkat yang diperlukan itu seperti access point, router, dan perlengkapan pendukung lainnya,” ujarnya.
Kata dia, pendampingan ini memastikan setiap rupiah anggaran RT dimanfaatkan secara tepat guna sesuai kondisi infrastruktur setempat.
“Kalau RT punya dana sekian, nanti kita siapkan menyesuaikan kebutuhan atau banyaknya penduduknya di lokasi itu,” kata dia.
Ia menambahkan, pembiayaan program bersumber dari alokasi anggaran tiap RT, sedangkan Diskominfo berperan dalam pendampingan teknis dan pengawasan pelaksanaannya. Oleh sebab itu, kebutuhan anggaran serta perangkat akan mengikuti perencanaan masing-masing RT.
“Penyesuaian teknologi dan kebutuhan perangkat jadi bagian utama yang harus kita diperhatikan dalam pelaksanaan program ini,” tutupnya. (Adv)
Editor: Erwin
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfo Kukar, Solihin, mengatakan, pengawalan meliputi penyusunan regulasi, petunjuk teknis (juknis), pemetaan kebutuhan perangkat, hingga mekanisme penanggulangan jika terjadi kendala teknis di kemudian hari.
“Untuk pengawalan teknis dari Diskomimfo sendiri kami mengawal pemasangan sampai penanganan gangguan,” kata Solihin kepada Korankaltim.com, Minggu (25/10/2026).
Ia menjelaskan, penyediaan internet bagi ribuan RT di Kukar membutuhkan penyesuaian teknologi berdasarkan ketersediaan infrastruktur di masing-masing wilayah. RT yang telah terjangkau jaringan kabel optik dapat memanfaatkan layanan dari penyedia internet atau provider.
Sementara itu, wilayah yang belum terlayani kabel optik memerlukan alternatif teknologi lain. Salah satu opsi yang dapat digunakan ialah internet berbasis satelit, seperti Starlink dan Orbit.
Kondisi akses internet di Kukar masih beragam. Sejumlah kawasan permukiman belum terjangkau jaringan secara optimal karena lokasi yang jauh dari menara Base Transceiver Station (BTS) maupun belum tersedianya layanan provider di wilayah tersebut.
Melalui pendampingan teknis ini, Diskominfo Kukar berupaya membantu RT menentukan teknologi yang sesuai agar pelaksanaan Program RT-KU Terbaik dapat memfasilitasi kebutuhan akses internet masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan jaringan.
Terkait kebutuhan perangkat, Solihin menyebut jumlah dan jenis peralatan akan disesuaikan dengan kapasitas anggaran RT serta jumlah penduduk di setiap wilayah.
“Untuk perangkat yang diperlukan itu seperti access point, router, dan perlengkapan pendukung lainnya,” ujarnya.
Kata dia, pendampingan ini memastikan setiap rupiah anggaran RT dimanfaatkan secara tepat guna sesuai kondisi infrastruktur setempat.
“Kalau RT punya dana sekian, nanti kita siapkan menyesuaikan kebutuhan atau banyaknya penduduknya di lokasi itu,” kata dia.
Ia menambahkan, pembiayaan program bersumber dari alokasi anggaran tiap RT, sedangkan Diskominfo berperan dalam pendampingan teknis dan pengawasan pelaksanaannya. Oleh sebab itu, kebutuhan anggaran serta perangkat akan mengikuti perencanaan masing-masing RT.
“Penyesuaian teknologi dan kebutuhan perangkat jadi bagian utama yang harus kita diperhatikan dalam pelaksanaan program ini,” tutupnya. (Adv)