Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman turut menghadiri dan membuka acara Sangatta Neuroscience Update Symposium yang digelar di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim pada Sabtu (24/10/2026).
2 menit baca4 kali dibaca

Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman turut menghadiri dan membuka acara Sangatta Neuroscience Update Symposium yang digelar di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim pada Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim tersebut menjadi upaya memperkuat kompetensi tenaga medis sekaligus meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.
Bupati Ardiansyah menekankan pentingnya dedikasi dan profesionalisme tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pengabdian di bidang kesehatan bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi juga menjadi bagian dari jasa kemanusiaan yang akan dikenang sepanjang masa.
Seluruh tenaga kesehatan, mulai dari dokter, perawat hingga bidan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dengan mengutamakan kepentingan pasien dan nilai-nilai kemanusiaan.
"Kemampuan profesional yang disertai ketulusan dalam melayani merupakan modal penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan," ujarnya.
Pihaknya berharap seluruh tenaga kesehatan terus menjaga dedikasi dan menjadikan pengabdian kepada masyarakat sebagai prioritas. Ia juga mengingatkan setiap kontribusi tenaga kesehatan memiliki arti besar bagi kehidupan masyarakat.
"Pelayanan yang diberikan dengan sungguh-sungguh akan meninggalkan manfaat, bahkan jauh setelah seseorang menyelesaikan masa pengabdiannya," ujarnya.
Ia mengibaratkan jasa manusia sebagai warisan yang tidak ternilai, terutama ketika pengabdian tersebut mampu membantu sesama dan menyelamatkan kehidupan. Sehingga tidak hanya melihat pekerjaan sebagai rutinitas.
"Setiap tindakan dan pelayanan yang kita berikan bisa membawa manfaat bagi orang lain maka itulah nilai pengabdian yang akan terus dikenang,” tegasnya.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pakar bedah saraf dalam symposium tersebut. Kehadiran para ahli diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkaya pengetahuan, bertukar pengalaman, serta memperkuat kapasitas tenaga medis di Kutim.
Pengembangan kompetensi tenaga kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pelayanan medis dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran.
Pihaknya berkomitmen untuk terus mendorong pemerataan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Komitmen tersebut juga mencakup upaya memastikan warga memperoleh layanan kesehatan secara gratis sesuai kebijakan dan ketentuan yang berlaku.
"Semoga kegiatan ini menghasilkan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan,' pungkasnya. (adv)
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim tersebut menjadi upaya memperkuat kompetensi tenaga medis sekaligus meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.
Bupati Ardiansyah menekankan pentingnya dedikasi dan profesionalisme tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pengabdian di bidang kesehatan bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi juga menjadi bagian dari jasa kemanusiaan yang akan dikenang sepanjang masa.
Seluruh tenaga kesehatan, mulai dari dokter, perawat hingga bidan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dengan mengutamakan kepentingan pasien dan nilai-nilai kemanusiaan.
"Kemampuan profesional yang disertai ketulusan dalam melayani merupakan modal penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan," ujarnya.

Pihaknya berharap seluruh tenaga kesehatan terus menjaga dedikasi dan menjadikan pengabdian kepada masyarakat sebagai prioritas. Ia juga mengingatkan setiap kontribusi tenaga kesehatan memiliki arti besar bagi kehidupan masyarakat.
"Pelayanan yang diberikan dengan sungguh-sungguh akan meninggalkan manfaat, bahkan jauh setelah seseorang menyelesaikan masa pengabdiannya," ujarnya.
Ia mengibaratkan jasa manusia sebagai warisan yang tidak ternilai, terutama ketika pengabdian tersebut mampu membantu sesama dan menyelamatkan kehidupan. Sehingga tidak hanya melihat pekerjaan sebagai rutinitas.
"Setiap tindakan dan pelayanan yang kita berikan bisa membawa manfaat bagi orang lain maka itulah nilai pengabdian yang akan terus dikenang,” tegasnya.

Pihaknya juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pakar bedah saraf dalam symposium tersebut. Kehadiran para ahli diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkaya pengetahuan, bertukar pengalaman, serta memperkuat kapasitas tenaga medis di Kutim.
Pengembangan kompetensi tenaga kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pelayanan medis dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran.
Pihaknya berkomitmen untuk terus mendorong pemerataan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Komitmen tersebut juga mencakup upaya memastikan warga memperoleh layanan kesehatan secara gratis sesuai kebijakan dan ketentuan yang berlaku.
"Semoga kegiatan ini menghasilkan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan,' pungkasnya. (adv)





Pusat gempa berada di darat 6 km BaratLaut Lebong
22 Okt 2026, 17:57:49 WIB • Kedalaman 120 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG