Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sempat terjadi wilayah Desa Miau Baru, Kecamatan Kombeng, Kutai Timur.
1 menit baca1 kali dibaca

Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sempat terjadi wilayah Desa Miau Baru, Kecamatan Kombeng, Kutai Timur.
Menyikapi kejadian tersebut, tim gabungan lintas instansi bergerak melakukan penanganan untuk mencegah api meluas ke kawasan sekitar.
Camat Kombeng Petrus Ivung, turun langsung ke lokasi bersama Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Kasi Trantibum) untuk memantau proses penanganan kebakaran. Tim gabungan yang terlibat terdiri dari personel Pemadam Kebakaran (Damkar), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta jajaran Pemerintah Kecamatan Kombeng.
Petrus mengatakan, penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan mengerahkan personel ke titik kebakaran. Upaya tersebut difokuskan untuk mengendalikan api agar tidak merembet ke area lain, terutama kawasan permukiman dan hutan di sekitarnya.
"Kondisi vegetasi kering di lokasi menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman," ujarnya.
Meski demikian, koordinasi antarpersonel terus dilakukan untuk melokalisir titik api dan memastikan penanganan berjalan optimal.
Petrus juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, khususnya ketika kondisi cuaca kering yang dapat memicu api dengan mudah menyebar.
Pihaknya meminta masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara di bakar. Keterlibatan masyarakat sangat penting dalam mencegah kebakaran. Termasuk dengan segera melaporkan apabila menemukan titik asap atau indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.
"Segera melaporkan kepada petugas jika melihat adanya titik asap atau potensi kebakaran,” pungkas dia. (adv)
Menyikapi kejadian tersebut, tim gabungan lintas instansi bergerak melakukan penanganan untuk mencegah api meluas ke kawasan sekitar.
Camat Kombeng Petrus Ivung, turun langsung ke lokasi bersama Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Kasi Trantibum) untuk memantau proses penanganan kebakaran. Tim gabungan yang terlibat terdiri dari personel Pemadam Kebakaran (Damkar), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta jajaran Pemerintah Kecamatan Kombeng.
Petrus mengatakan, penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan mengerahkan personel ke titik kebakaran. Upaya tersebut difokuskan untuk mengendalikan api agar tidak merembet ke area lain, terutama kawasan permukiman dan hutan di sekitarnya.
"Kondisi vegetasi kering di lokasi menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman," ujarnya.

Meski demikian, koordinasi antarpersonel terus dilakukan untuk melokalisir titik api dan memastikan penanganan berjalan optimal.
Petrus juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, khususnya ketika kondisi cuaca kering yang dapat memicu api dengan mudah menyebar.
Pihaknya meminta masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara di bakar. Keterlibatan masyarakat sangat penting dalam mencegah kebakaran. Termasuk dengan segera melaporkan apabila menemukan titik asap atau indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.
"Segera melaporkan kepada petugas jika melihat adanya titik asap atau potensi kebakaran,” pungkas dia. (adv)











Pusat gempa berada di darat 6 km BaratLaut Lebong
22 Okt 2026, 17:57:49 WIB • Kedalaman 120 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG